BNPB Catat 31 Gempa Susulan, Empat Berkekuatan di Atas Magnitudo 5
- 15 Agt 2026 16:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB mencatat 31 gempa susulan hingga pukul 15.00 WIB setelah gempa utama Magnitudo 7,7
- Empat gempa susulan tercatat signifikan dengan kekuatan Magnitudo 5,5 hingga 6,2
- Sejak pukul 07.00 WIB, tidak ada lagi gempa susulan berkekuatan besar tercatat BMKG
RRI.CO.ID, Jakarta – BNPB mencatat 31 gempa susulan yang signifikan terjadi setelah gempa utama Magnitudo 7,7 mengguncang NTT. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan empat gempa susulan tercatat dengan magnitudo 5,5 hingga 6,2.
“BMKG sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini, itu sudah terjadi 31 kali gempa susulan yang signifikan. Yang magnitudo-nya besar, ini ada paling tidak tercatat ada 4,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Suharyanto menyebut empat gempa susulan signifikan tersebut seluruhnya terjadi di bawah pukul 07.00 WIB pascagempa utama. “Bahwa sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa yang magnitudo-nya besar,” ucapnya.
Suharyanto menjelaskan gempa utama dengan kekuatan Magnitudo 7,7 itu terjadi pukul 04.58 WIB. Adapun pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur.
Selain gempa susulan, BNPB juga mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa berdasarkan data hingga pukul 15.00 WIB. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang wilayah terdampak. Untuk data korban dan kerusakan masih terus diperbarui karena proses pendataan lapangan masih berlangsung.
Kerusakan material meliputi puluhan rumah, sejumlah puskesmas, lima gedung terminal bandara, serta dua pelabuhan. Sejumlah jalan juga tertutup longsor, sehingga pemerintah menyiapkan penanganan untuk memulihkan jalur transportasi terdampak.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait akan segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana untuk mempercepat penanganan. Tim gabungan juga memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang masih memerlukan bantuan.
Suharyanto menyebut, BNPB menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat Karavan untuk mendukung evakuasi serta pengiriman logistik. Pemerintah juga akan mengirimkan 50.000 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan awal masyarakat terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....