BNPB Catat 38 Orang Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, 13 Luka

  • 15 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Selain korban jiwa, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan.
  • BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta penanganan terhadap warga terdampak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain korban jiwa, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan.

Demikian disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BNPB, Sabtu 15 Agustus 2026, sore. Ia mengatakan data tersebut merupakan laporan hingga Sabtu 15 Agustus 2026, per pukul 15.00 WIB.

"Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," kata Suharyanto.

Suharyanto mengatakan, pendataan dampak kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan. Sejumlah akses jalan dilaporkan tertutup karena longsor yang terjadi setelah gempa.

"Untuk material tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor ya tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara rinci dan lebih detail dari Kementerian PU," ujarnya.

Selain akses jalan, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat. "Ada beberapa rumah masyarakat ini tentu saja didata terus ya, didata terus berkembang terus,” ujarnya.

“ Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang. Kemudian juga ada rumah rusak ringan," ucap Suharyanto.

Fasilitas kesehatan turut terdampak. Suharyanto menyebut sejumlah puskesmas mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

"Tadi Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak. Yaitu di Maumere," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi. Gempa awalnya tercatat berkekuatan M 7,7 dengan pusat gempa berada di 36 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dan sempat disertai peringatan dini tsunami.

"#Gempa Mag:7.7, 15-Aug-2026 04:58:24WIB, Lok:8.35LS, 121.37BT (36 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT), Kedlmn:10 Km," tulis BMKG melalui akun X.

BMKG kemudian memutakhirkan kekuatan gempa tersebut menjadi M 7. Peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan juga telah berakhir.

BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta penanganan terhadap warga terdampak. Proses pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pendataan kerusakan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....