Kapolres Ngada: Warga Berangsur Turun dari Bukit Pasca Gempa NTT
- 15 Agt 2026 12:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Warga pesisir utara Ngada berangsur turun dari bukit setelah intensitas gempa susulan mulai mereda
- Warga kembali mengecek kondisi rumah setelah air laut di pesisir Kecamatan Riung berangsur normal
- Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan dan memastikan kondisi masyarakat tetap terkendali
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolres Kabupaten Ngada Gede Harimbawa menyebut warga pesisir utara mulai berangsur turun dari bukit. Ia menyebut warga sebelumnya mengungsi menyusul potensi tsunami setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Harimbawa mengatakan kondisi air laut di pesisir Kecamatan Riung kini berangsur kembali normal. Ia juga menyebut, warga mulai kembali untuk mengecek kondisi rumah masing-masing setelah situasi dinilai terkendali.
“Tadi itu gempa yang terjadi memang ada susulan-susulan gempa kecil sehingga warga masih standby di atas. Saat ini, intensitasnya sudah mulai merendah, warga sudah berangsur-angsur kembali untuk mengecek rumah masing-masing yang ada di pesisir utara,” ucapnya saat dialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sebelumnya, gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan gempa turut dirasakan wilayah Kabupaten Ngada yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nagekeo.
Air laut juga sempat surut di Pelabuhan Aimere dan pesisir Kecamatan Riung sekitar pukul 06.30 pagi. Namun, satu hingga dua jam kemudian kondisi air laut berangsur normal berdasarkan pemantauan petugas.
Kapolres menyebut perubahan air laut sempat mencapai 50 sentimeter dari jarak bibir pantai. Hingga saat ini, katanya, masyarakat tetap melakukan pengawasan untuk memastikan kondisi wilayah pesisir tetap terkendali.
Harimbawa mengatakan beberapa rumah juga mengalami keretakan di sejumlah titik pesisir utara Kecamatan Riung. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada tempat ibadah serta fasilitas lain, namun kondisinya masih tergolong ringan.
“Untuk sementara, kerusakan bangunan ada tapi tidak menyeluruh. Ada beberapa titik di pesisir utara di pantai dekat Kecamatan Riung,” ucapnya.
“Itu ada beberapa rumah yang mengalami keretakan dan ada tempat ibadah juga serta fasilitas lain. Namun semua bisa terkendali dan warga sudah langsung memperbaiki sehingga bisa untuk ditempati kembali,” kata Harimbawa.
Ia mengungkapkan, personel Polres dan Polsek jajaran terus melakukan langkah preventif bersama pemerintah daerah dan BPBD. Menurutnya, pemantauan dilakukan untuk mencatat kerusakan serta kondisi warga yang terdampak gempa.
Harimbawa juga memastikan pemantauan perkembangan situasi masih terus dilakukan di wilayah Kabupaten Ngada. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....