Kemensos Dampingi Keluarga Satpam Meninggal di Waduk Jatiluhur Jabar

  • 30 Jul 2026 08:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos mendampingi keluarga Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang meninggal dunia, melalui asesmen sosial dan bantuan biaya pemakaman
  • Pekerja sosial Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi telah mengunjungi rumah duka untuk mengidentifikasi kebutuhan keluarga
  • Istri almarhum tercatat pada desil 4 DTSEN, sementara kedua anaknya menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan akan memperoleh beasiswa dari Perum Jasa Tirta II
  • Kemensos menyiapkan asesmen lanjutan untuk menentukan bentuk intervensi, termasuk bantuan kewirausahaan bagi istri almarhum
  • Pendampingan dilakukan agar keluarga memiliki dukungan sosial dan ekonomi setelah kehilangan tulang punggung keluarga

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pendampingan kepada keluarga Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Selain pendampingan, Kemensos juga menyalurkan bantuan biaya pemakaman dan menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pekerja sosial dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi telah mengunjungi rumah duka dan bertemu dengan istri serta kedua anak almarhum. Kunjungan tersebut dilakukan untuk asesmen awal guna mengidentifikasi kebutuhan keluarga.

"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka dan berdialog dengan keluarga. Namun karena masih dalam suasana duka, asesmen secara mendalam belum dapat dilakukan," kata Saifullah Yusuf, Rabu 29 Juli 2026

Selain asesmen awal, Kemensos telah menyerahkan bantuan biaya pemakaman kepada keluarga almarhum. Pendampingan juga akan terus dilakukan untuk menentukan bentuk intervensi lanjutan sesuai kebutuhan keluarga.

Berdasarkan data Kemensos, almarhum Sumarna meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih bersekolah. Selama sekitar 17 tahun, ia bekerja sebagai satpam di Perum Jasa Tirta II dan menjadi tulang punggung keluarga.

Hasil penelusuran melalui aplikasi SIKS-NG menunjukkan istri almarhum, Siti Maryam, tercatat berada pada desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara itu, kedua anaknya telah menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan akan memperoleh beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi dari Perum Jasa Tirta II.

Ke depan, Kemensos akan melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan keluarga. Salah satu intervensi yang disiapkan adalah bantuan kewirausahaan bagi istri almarhum agar memiliki sumber penghasilan tambahan.

"Tentu kita terus lakukan pendampingan. Jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....