Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi Seni dan Budaya
- 28 Jul 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan Gelar Karya Hasil Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya menjadi wadah
- Ini untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengapresiasi karya para guru vokasi
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan Gelar Karya Hasil Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya menjadi wadah. Ini untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengapresiasi karya para guru vokasi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta itu bertujuan mendorong guru. Agar terus mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
"Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama," kata Fajar, Selasa, 28 Juli 2026.
Salah satu peserta pelatihan, I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis SMKN 1 Sukawati, Bali, menghadirkan karya yang terinspirasi dari konsep Pembelajaran Mendalam. Menurutnya, karya tersebut menggambarkan pentingnya memadukan pelestarian budaya dengan pemanfaatan teknologi secara bijaksana.
"Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan. Tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya," ujar Kadek.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dan program magang dapat diterapkan di sekolah untuk mendorong peserta didik terus berkarya dan berinovasi. Sementara itu, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta Hari Sonata mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru, khususnya mengenai teknik glasir pada pembuatan keramik yang diperoleh melalui pembelajaran di industri.
"Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa. Sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik," ujarnya.
Kemendikdasmen berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kompetensi guru vokasi sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sekaligus tetap menjaga nilai seni dan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....