Kemendikdasmen Siapkan Rp14,9 Triliun untuk Guru Non-ASN
- 15 Agt 2026 00:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengalokasikan Rp14,9 triliun khusus untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN pada tahun 2027.
- Alokasi anggaran ini merupakan bagian dari total pagu Kemendikdasmen sebesar Rp61,1 triliun yang menunjukkan komitmen investasi pendidikan.
- Peningkatan dukungan guru non-ASN dilakukan seiring bertambahnya jumlah guru yang telah memiliki sertifikasi sebagai strategi meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan Rp14,9 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN pada 2027. Anggaran tersebut menjadi bagian dari pagu Kemendikdasmen sebesar Rp61,1 triliun.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengatakan peningkatan dukungan bagi guru non-ASN dilakukan seiring bertambahnya jumlah guru yang telah memiliki sertifikasi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan.
“Peningkatan kesejahteraan guru non-ASN sebesar Rp14,9 triliun. Ini dilakukan karena semakin banyaknya guru yang memiliki sertifikasi baik negeri maupun swasta,” ujar Atip dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat, 14 Agustus 2026.
Atip menjelaskan, dari total anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp61,1 triliun, sebanyak Rp55,51 triliun diarahkan untuk program kerja prioritas nasional. Selain kesejahteraan guru, anggaran tersebut mencakup berbagai program pendidikan.
Pemerintah mengalokasikan Rp9,28 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan. Selain itu, Rp5 triliun disiapkan sebagai inisiatif awal pelaksanaan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Kemendikdasmen juga menyiapkan Rp5,83 triliun untuk digitalisasi pembelajaran. Sementara itu, program Indonesia Pintar mendapat alokasi Rp13,79 triliun untuk sekitar 18 juta siswa berbasis data.
Selain program prioritas nasional, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Program tersebut mencakup beasiswa bagi guru untuk memperoleh kualifikasi akademik.
“Beasiswa bagi para guru untuk dapat meraih kualifikasi akademik S1 atau D4 untuk mendorong peningkatan kualitas guru. Selanjutnya, pendidikan profesi guru serta pengembangan kompetensi STEM, MIPAK, pembelajaran mendalam, dan digitalisasi pembelajaran bagi guru,” ucapnya.
Di sisi lain, Kemendikdasmen akan memberikan beasiswa afirmasi pendidikan menengah bagi siswa dari daerah afirmasi dan anak pekerja migran Indonesia. Bantuan pendidikan juga disiapkan bagi peserta didik berprestasi.
“Berbagai program tersebut, antara lain, beasiswa afirmasi pendidikan menengah untuk para siswa dari daerah afirmasi. serta siswa dari pekerja migran Indonesia sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan menengah,” katanya.
Program pendidikan vokasi turut menjadi perhatian melalui peningkatan keterampilan dan penguasaan keterampilan baru berstandar industri. Pemerintah juga melanjutkan pendidikan karakter serta pengembangan bakat, talenta, dan prestasi peserta didik.
Pada 2027, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMA yang memasuki tahun kedua. Pemerintah turut melanjutkan akreditasi satuan pendidikan serta peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....