Menko Zulhas Sebut Operasional KDMP Tunggu Perpres

  • 15 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekitar 30 ribu KDMP ditargetkan rampung dibangun pada akhir Agustus 2026, tetapi operasionalnya masih menunggu Perpres.
  • KDMP diproyeksikan menjadi sarana penyaluran bantuan dan barang bersubsidi pemerintah, termasuk pupuk, LPG 3 kilogram, PKH, dan bantuan beras.
  • Presiden Prabowo menargetkan 30 ribu KDKMP beroperasi optimal pada akhir 2026, sementara saat ini 10 ribu koperasi telah beroperasi dan 3.300 di antaranya dinilai optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) rampung pada akhir Agustus 2026. Namun, operasional koperasi masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan pelaksanaannya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan sejumlah KDMP mulai dipersiapkan secara bertahap sambil menunggu Perpres tersebut selesai. Pemerintah berharap regulasi tersebut segera terbit sehingga koperasi dapat mulai menjalankan operasionalnya.

"Kita perkirakan Agustus ini selesai 30 ribuan. Jadi secara bertahap sudah mulai dipersiapkan sambil menunggu Perpres," kata Zulhas saat Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Zulhas menjelaskan KDMP akan menjadi infrastruktur milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi. Koperasi juga diproyeksikan berperan sebagai offtaker dalam penyaluran berbagai program pemerintah.

Sejumlah bantuan yang dapat disalurkan melalui KDMP antara lain pupuk dari Kementerian Pertanian dan gas elpiji tiga kilogram dari Kementerian ESDM. Selain itu ada Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial, serta penyaluran bantuan pangan.

"KDMP ini nanti menjadi tempat penyaluran bantuan barang bersubsidi dan barang bantuan pemerintah. Misalnya beras untuk desil 1, 2, 3, dan 4," ujarnya.

Zulhas menegaskan pengoperasian KDMP belum dapat dilakukan sebelum Perpres diterbitkan. Pemerintah masih menunggu proses penyelesaian regulasi tersebut sebagai dasar pelaksanaan program.

"Perpresnya sedang diproses. Oleh karena itu kita tidak bisa mendahului sebelum Perpres selesai," katanya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi pada akhir 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat koperasi sebagai pusat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan peran UMKM di tingkat desa.

"Target kita 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target," ujar Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....