Kemenkes Renovasi 10.000 Puskesmas dan Revitalisasi 441 RSUD

  • 15 Agt 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan akan merenovasi 10.000 puskesmas sebagai bagian dari program transformasi kesehatan nasional untuk memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat.
  • Pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat dan revitalisasi lanjutan 441 RSUD menjadi prioritas untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
  • Program transformasi kesehatan nasional ditargetkan selesai pada 2029-2030 dengan fokus pada pemerataan layanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan renovasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Program tersebut juga mencakup pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat dan revitalisasi 441 RSUD.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan transformasi kesehatan nasional ditargetkan rampung pada 2029 atau 2030. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat akses dan mutu layanan kesehatan secara merata.



“Program transformasi utama Presiden mencakup renovasi 10.000 puskesmas dan pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat. Revitalisasi lanjutan 441 RSUD di seluruh kabupaten/kota juga menjadi bagian program tersebut,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers yang diterima RRI.CO.ID, di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menkes menjelaskan renovasi puskesmas menyasar fasilitas kesehatan yang rusak berat, wilayah padat penduduk, serta kecamatan yang belum memiliki puskesmas. Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk memperluas pemerataan akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan maupun kecamatan yang belum memiliki puskesmas, atau terlalu padat penduduknya, ataupun puskesmas rusak berat. Itu yanv akan kita renovasi dan kita akan bangun yang belum memiliki,” katanya.

Selain renovasi bangunan, pemerintah akan melengkapi puskesmas dengan sejumlah sarana pendukung. Renovasi tersebut juga termasuk listrik, internet, dan ambulans.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan hingga menjangkau masyarakat di ribuan pulau berpenghuni di Indonesia. Diharapkan di tahun 2029 atau 2030, sesuai target Bapak Presiden, ini semua sudah harus selesai,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkes memperkuat surveilans kesehatan melalui pembangunan laboratorium masyarakat di seluruh kabupaten/kota. Penguatan tersebut menjadi pelajaran penting dari keterbatasan diagnostik saat pandemi COVID-19.

“Kalau saudara-saudara ingat dulu pada waktu COVID, kita kesulitan sekali melakukan tes diagnostik PCR. Karena kita tidak ada alatnya,” kata Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....