Kemenkes Perkuat Layanan Primer Lewat Transformasi 9.000 Puskesmas
- 27 Jul 2026 20:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui Leimena Conference 2026 dengan fokus pada inovasi, riset, dan kolaborasi pelayanan nasional.
- Model pelanan kesehatan primer diujicobakan pada sembilan lokasi selama 2022–2023 sebelum ditetapkan menjadi standar nasional tahun 2024.
- Transformasi kesehatan primer mengalihkan pendekatan dari berbasis program menjadi berbasis siklus hidup masyarakat pasca-pandemi COVID-19.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui Leimena Conference 2026. Forum tersebut mendorong inovasi, riset, dan kolaborasi pelayanan nasional.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menegaskan transformasi layanan primer memperkuat reformasi kesehatan nasional. Reformasi tersebut dijalankan sejak pascapandemi COVID-19 demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, tangguh, dan berkualitas.
“Transformasi pelayanan kesehatan primer merupakan bagian dari reformasi sistem kesehatan nasional yang telah dijalankan sejak pascapandemi COVID-19. Pendekatan pelayanan kini berfokus pada siklus hidup masyarakat, bukan lagi berbasis program,” kata Maria Endang Sumiwi saat memberikan sambutan dalam acara Leimena Conference 2026 di Kantor BRIN Jakarta Selatan, Senin, 27 Juli 2026.
Endang menjelaskan model pelayanan kesehatan primer diujicobakan pada sembilan lokasi selama 2022–2023 sebelum ditetapkan menjadi standar nasional tahun 2024. Transformasi tersebut kini menjangkau sebagian besar fasilitas kesehatan tingkat pertama di berbagai daerah, kata Maria Endang Sumi
“Sebanyak 9.000 puskesmas atau 87 persen telah menerapkan transformasi pelayanan kesehatan primer. Penerapan tersebut memperluas layanan kesehatan primer berkualitas bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia,” ujar Endang.
Selain di puskesmas, Kemenkes juga memperkuat transformasi layanan di Posyandu. Sejak 2023, pemerintah telah melakukan pendataan kader kesehatan dan memiliki basis data sekitar 1,5 juta kader Posyandu beserta kompetensinya.
Maria mengatakan sebanyak 303.209 Posyandu telah aktif menerapkan pelayanan berbasis siklus hidup. Posyandu aktif merupakan Posyandu yang rutin membuka layanan setiap bulan dan memiliki kader kesehatan yang aktif bertugas.
“Sebanyak 485 ribu kader Posyandu telah mengikuti penilaian kompetensi dari standar 125 keterampilan dasar. Langkah ini meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader Posyandu di seluruh Indonesia,” ujar Endang.
Dalam forum tersebut, Kemenkes turut meluncurkan pedoman pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan yang mulai diterapkan pada tahun ini. Pedoman tersebut membantu tenaga kesehatan mengenali karakteristik masyarakat, termasuk ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok membutuhkan pendampingan khusus.
“Harapannya, pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih personal dan tepat sasaran. Kemudian sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Maria.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....