Presiden Prabowo: 71 Ribu Sekolah Direvitalisasi lewat Program Perbaikan Sekolah
- 14 Agt 2026 15:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memperluas program revitalisasi sekolah ke seluruh sekolah di Indonesia dengan peningkatan jumlah yang signifikan pada tahun ini.
- Target revitalisasi semua sekolah dan pesantren di Indonesia ditargetkan selesai pada tahun 2029 sebagai kelanjutan dari program sebelumnya.
- Program perbaikan sekolah telah mencapai lebih dari 71.744 sekolah pada tahun 2026, menunjukkan progress yang konsisten dalam implementasi kebijakan pendidikan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, program perbaikan terus diperluas hingga seluruh sekolah di Indonesia. Jumlah sekolah yang direvitalisasi disebut meningkat signifikan pada tahun ini seiring perluasan program.
Presiden menargetkan seluruh sekolah dan pesantren di Indonesia selesai direvitalisasi pada 2029. Target tersebut merupakan kelanjutan program perbaikan sekolah yang telah mencapai lebih dari 71.744 sekolah pada 2026.
"Tahun lalu 17 ribu, tahun ini 71 ribu lebih. Tahun depan target kita 100 ribu, dan 100 ribu lagi di tahun 2028,” kata Presiden dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.
"Pada tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai kita renovasi," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan, revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah di wilayah perkotaan. Perbaikan juga dilakukan di wilayah terluar dan terpencil, termasuk sekolah di Pulau Miangas.
“Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pemerintah kini telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kebutuhan di pulau-pulau terluar dan terpencil, mulai dari Sabang hingga Merauke.
"Sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil di Sabang, pulau paling Barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia," kata Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....