Shoim Haris: Pancasila Produk Pemikiran Manusia Paling Brilian di Abad ke-20
- 14 Agt 2026 21:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peneliti M. Shoim Haris menilai Pancasila sebagai produk pemikiran manusia paling brilian pada abad ke-20.
- Pancasila lahir dari gagasan para pendiri bangsa yang memiliki latar belakang intelektual kuat.
- Shoim menilai, Pancasila bukan sekadar hasil pemikiran masa lalu, tetapi tetap relevan hingga saat ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Pusat Studi Pembangunan dan Kebijakan Nasional (ADCENT) M. Shoim Haris menilai Pancasila merupakan produk pemikiran manusia paling brilian pada abad ke-20. Menurutnya, Pancasila lahir dari gagasan para pendiri bangsa yang memiliki latar belakang intelektual kuat.
Hal itu disampaikan Shoim Haris dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Meneguhkan Empat Pilar Kebangsaan, Memperkuat Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” di halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan, para pendiri bangsa merupakan intelektual yang memiliki pengalaman pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagian dari mereka bahkan pernah menempuh pendidikan di Belanda.
“Pancasila merupakan pemikiran paling brilian di abad 20 yang dibuat oleh manusia jadi para founding father kita itu luar biasa. Para founding father kita adalah orang-orang yang sekolah baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Shoim.
Ia menuturkan, pada masa perjuangan kemerdekaan, sejumlah tokoh bangsa juga telah memperoleh pendidikan di lembaga pendidikan tinggi di dalam negeri. Salah satunya lembaga pendidikan yang kemudian berkembang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurut Shoim, latar belakang intelektual para pendiri bangsa menjadi salah satu modal penting dalam merumuskan dasar negara Indonesia. Mereka berdiskusi dan berembuk untuk mencari dasar yang dapat menjadi pijakan bagi bangsa yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan golongan.
“Para intelektual inilah yang mendirikan bangsa Indonesia. Mereka akhirnya berembuk hingga akhirnya melahirkan Pancasila,” ujarnya.
Shoim menilai, Pancasila bukan sekadar hasil pemikiran masa lalu, tetapi tetap relevan hingga saat ini. Keberadaan Pancasila dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman.
“Jadi, menurut saya, Pancasila ini adalah produk pemikiran manusia yang paling brilian di abad 20. Namun, sampai hari ini menjadi sangat relevan dan bangsa kita bisa utuh, saya kira juga karena ada Pancasila itu,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya terus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Terutama di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....