Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital
- 23 Jul 2026 20:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menegaskan penguatan ideologi Pancasila menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter kebangsaan agar ruang digital tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Teknologi adalah alat yang memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun, arah pemanfaatannya ditentukan oleh manusia," ujar Nurul saat menjadi narasumber Webinar Literasi Digital bertajuk "Penguatan Ideologi Pancasila" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI di DIGI Studio, Tangerang Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Nurul mengatakan, salah satu tantangan terbesar di era digital adalah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi melalui berbagai platform. Informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu keresahan, memperuncing perbedaan, hingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Karena itu, masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan digital.
Nilai Ketuhanan mendorong kejujuran dalam menyampaikan informasi, nilai Kemanusiaan mengajarkan penghormatan terhadap sesama, nilai Persatuan memperkuat semangat kebinekaan. Serta nilai Kerakyatan mendorong dialog yang santun, sedangkan nilai Keadilan menjadi dasar mewujudkan ruang digital yang inklusif.
Menurut Nurul, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa di era digital. Kedekatan mereka dengan teknologi harus dibarengi kemampuan literasi digital, etika bermedia, serta kesadaran untuk menghasilkan konten yang positif, edukatif, dan memperkuat semangat kebangsaan.
"Generasi muda bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga penentu arah masa depan ruang digital Indonesia. Mereka harus menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai persatuan, toleransi, dan optimisme melalui media digital," katanya.
Nurul mengajak seluruh masyarakat menjadikan ruang digital sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pembangunan nasional. "Mari jadikan Pancasila sebagai kompas dalam setiap aktivitas digital kita," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....