Legislator: Pancasila Harus Jadi Kompas Masyarakat di Ruang Digital
- 12 Agt 2026 13:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menegaskan Pancasila harus menjadi kompas bagi masyarakat dalam beraktivitas di ruang digital. Penguatan ideologi Pancasila dinilai penting untuk menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi di media digital.
“Teknologi adalah alat yang memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun, arah pemanfaatannya ditentukan oleh manusia," ujar Nurul dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Penguatan Ideologi Pancasila” di DIGI Studio, Tangerang Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Nurul, perkembangan teknologi telah memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, bekerja, dan berkolaborasi. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan yang dapat mengganggu persatuan apabila tidak disertai kemampuan literasi dan karakter kebangsaan.
Ia menyoroti maraknya hoaks dan disinformasi yang dapat memicu keresahan, memperuncing perbedaan, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Karena itu, Nurul meminta masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.
Kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting karena setiap orang kini dapat menjadi penerima sekaligus penyebar informasi. Nurul menilai nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam perilaku masyarakat ketika menggunakan media digital.
Nilai Ketuhanan mendorong kejujuran dalam menyampaikan informasi, nilai Kemanusiaan mengajarkan penghormatan terhadap martabat sesama, dan nilai Persatuan memperkuat semangat menjaga kebinekaan. Sementara nilai Kerakyatan mendorong masyarakat membangun dialog yang santun dan demokratis, sedangkan nilai Keadilan menjadi dasar dalam menciptakan ruang digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Nurul juga menekankan peran strategis generasi muda. Menurutnya, kedekatan generasi muda dengan teknologi harus dibarengi kemampuan literasi digital, etika bermedia, dan kesadaran menghasilkan konten yang positif serta edukatif.
“Generasi muda bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga penentu arah masa depan ruang digital Indonesia. Mereka harus menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai persatuan, toleransi, dan optimisme melalui media digital,” katanya.
Nurul mengajak masyarakat menjadikan ruang digital sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung pembangunan nasional. “Mari jadikan Pancasila sebagai kompas dalam setiap aktivitas digital kita," katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastuti mengatakan kemampuan menggunakan perangkat digital harus diikuti kemampuan memahami, mengevaluasi, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Rosarita menilai nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan membangun budaya digital yang sehat.
Literasi digital berbasis Pancasila dapat membantu masyarakat menangkal hoaks, menjaga etika komunikasi, menghormati keberagaman, dan memperkuat demokrasi. Ia juga menekankan pentingnya media massa profesional dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi digital.
Akademisi Radhar Tri Baskoro menambahkan Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan bangsa di tengah perkembangan teknologi. Tantangan seperti polarisasi sosial, hoaks, radikalisme digital, dan penyalahgunaan media sosial menunjukkan perlunya penguatan karakter kebangsaan.
Ia mengingatkan setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan jejak digital sehingga masyarakat harus bertanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan. Melalui kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI tersebut, penguatan literasi digital berbasis Pancasila didorong menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, media massa, komunitas, dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....