Presiden Puji Langkah PT Timah Tertibkan Tambang Ilegal dan Perbaikan Kinerja

  • 14 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung dan meminta TNI-Polri mengusut aktivitas ilegal tersebut.
  • Penertiban tambang ilegal dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan negara dan memperbaiki tata kelola sumber daya alam.
  • Penguatan tata kelola PT Timah diarahkan untuk optimalisasi operasi, pengelolaan cadangan, pemasaran, dan efisiensi keuangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memuji langkah pembenahan tata kelola pertambangan timah yang dilakukan PT Timah Tbk, termasuk upaya penertiban aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung. Menurut Presiden, pembenahan tata kelola tersebut mulai menunjukkan hasil positif terhadap kinerja PT Timah, baik dari sisi operasional maupun keuangan.

Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Presiden mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Ia juga meminta TNI dan Polri mengusut aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merugikan negara.

"Pada akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung. Ke-1.000 tambang ilegal telah saya minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut," ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa penertiban tambang ilegal merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan negara dan memperbaiki tata kelola sumber daya alam.

Laba PT Timah Naik Signifikan

Presiden menyebut perbaikan tata kelola tersebut mulai tercermin dalam kinerja PT Timah. Pada semester I 2026, perusahaan mencatat laba bersih Rp2,71 triliun.

Angka tersebut melonjak 804,6 persen dibandingkan laba bersih semester I 2025 yang sebesar Rp300,07 miliar. Capaian laba tersebut bahkan telah melampaui target laba bersih PT Timah sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun.

"Bayangkan, dalam enam bulan 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Presiden.

Selain laba, pendapatan PT Timah pada semester I 2026 juga tumbuh signifikan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp10,42 triliun, naik 146,9 persen dibandingkan Rp4,22 triliun pada semester I 2025.

Sementara, laba bruto meningkat menjadi Rp4,06 triliun dari Rp845,78 miliar. Sedangkan, laba usaha mencapai sekitar Rp3,46 triliun, dibandingkan Rp380,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi Bijih Timah Naik 75 Persen

Peningkatan kinerja keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan operasional perusahaan. Produksi bijih timah PT Timah pada semester I 2026 mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75 persen dibandingkan 6.997 ton Sn pada semester I 2025.

Produksi logam timah juga meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn. Sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, naik 85 persen dibandingkan 5.933 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan produksi didukung optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi di wilayah tambang laut maupun darat.

PT Timah mengoptimalkan Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat melalui pola kemitraan. Perseroan juga meningkatkan kegiatan eksplorasi, mengoptimalkan fasilitas pengolahan, dan memperkuat pengawasan wilayah izin usaha pertambangan (IUP).

Harga Timah Global Menguat

Kinerja PT Timah turut ditopang penguatan harga timah global. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) sepanjang semester I 2026 mencapai 50.319,19 dolar AS per metrik ton, meningkat 56,68 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar 32.115,77 dolar AS per metrik ton.

Sebelumnya, sepanjang 2025 PT Timah juga mencatatkan perbaikan kinerja. Pendapatan perseroan mencapai Rp11,55 triliun, naik 6,41 persen dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024.

Laba bersih 2025 mencapai Rp1,31 triliun atau meningkat 5,14 persen dibandingkan Rp1,25 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut setara dengan 119 persen dari target RKAP 2025.

Presiden menilai perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pembenahan tata kelola dalam pengelolaan aset dan kekayaan negara. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan pembenahan terhadap BUMN secara besar-besaran.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," ujar Kepala Negara menegaskan.

Dalam paparannya, Presiden Prabowo Subianto juga menyebut valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025. Bagi PT Timah, penguatan tata kelola menjadi bagian penting dari transformasi bisnis perseroan.

Langkah tersebut diarahkan pada penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi operasi dan pemasaran, pengelolaan cadangan, serta efisiensi keuangan. Pembenahan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri timah, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....