Qodari Tekankan Pentingnya Keseimbangan Visi Pemimpin dan Respons Publik
- 14 Agt 2026 18:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menekankan bahwa pemimpin harus menjaga keseimbangan antara menjalankan visi dan membaca respons publik terhadap kebijakan.
- Pemimpin memiliki visi dan misi yang didasarkan pada permasalahan fundamental yang perlu diselesaikan dalam masyarakat.
- Pelaksanaan visi pemimpin harus tetap memperhatikan dinamika permasalahan yang berkembang dan responsif terhadap kondisi aktual masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menekankan pentingnya keseimbangan visi pemimpin dan respons publik. Menurutnya, pemimpin harus menjalankan visi sekaligus membaca perkembangan respons masyarakat terhadap kebijakan.
Qodari mengatakan pemimpin memiliki visi dan misi berdasarkan permasalahan fundamental yang perlu diselesaikan. Namun, pelaksanaan visi tersebut tetap perlu memperhatikan dinamika permasalahan yang berkembang.
“Harus proporsional, dua-duanya harus. Karena pemimpin itu kan punya visi dan misi,” ujar Qodari saat berbincang bersama Pro3 Siniar, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, pemimpin perlu memahami persoalan bangsa sebelum menentukan arah kebijakan. Hal tersebut kemudian diterjemahkan melalui visi, misi, serta program pemerintahan.
Qodari mencontohkan Presiden Prabowo yang telah mengidentifikasi sejumlah persoalan bangsa sebelum memimpin pemerintahan. Menurutnya, persoalan tersebut kemudian diterjemahkan dalam visi dan misi pemerintahan.
“Beliau sudah membaca permasalahan bangsa, permasalahan yang fundamental, soal-soal yang harus diselesaikan. Beliau juga sudah dokumentasikan dan analisa secara sistematis dalam buku Paradoks Indonesia.” katanya.
Qodari menjelaskan persoalan pemerintahan juga bersifat dinamis dan dapat berkembang setelah pemerintahan berjalan. Karena itu, pemerintah perlu terus menyesuaikan solusi berdasarkan kondisi yang dihadapi.
“Karena kan permasalahan itu dinamis juga. Dalam konteks itu memang Pak Presiden harus sering-sering menyampaikan kepada publik.” ujar Qodari.
Komunikasi diperlukan agar masyarakat memahami persoalan yang sedang dihadapi pemerintah. Masyarakat juga perlu mengetahui arah kebijakan dan tujuan program yang sedang dijalankan.
Qodari menyebut pemerintah perlu menyampaikan identifikasi persoalan serta arah kebijakan secara konsisten. Hal tersebut dapat membantu masyarakat memahami alasan di balik berbagai kebijakan pemerintah.
“Kalau Presiden pidato berkali-kali sebetulnya kita bisa melihat benang merah yang sangat konsisten. Satu itu kemandirian bangsa yang pokoknya itu adalah pangan, kemudian energi.” ucapnya.
Selain menjalankan visi, pemerintah juga perlu mendengarkan persoalan yang muncul selama implementasi program. Menurut Qodari, komunikasi dua arah diperlukan agar berbagai masalah dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Ia menilai keseimbangan tersebut penting dalam menjalankan pemerintahan di tengah dinamika persoalan masyarakat. Dengan demikian, visi pemerintahan tetap berjalan tanpa mengabaikan respons terhadap persoalan yang muncul. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....