Ekosistem Komunikasi Kini Jauh Lebih Kompleks, Bakom Orkestrasi Ribuan Kanal Info

  • 14 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lanskap komunikasi publik Indonesia mengalami transformasi drastis dalam 30 tahun terakhir, dari pers konvensional menjadi ekosistem digital yang kompleks.
  • Badan Komunikasi (Bakom) berperan penting dalam mengorkestrasi aliran informasi dari berbagai saluran media untuk memastikan pesan pemerintah sampai ke masyarakat.
  • Transisi ke era digital multi-kanal media menuntut BAKOM untuk mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan terintegrasi di seluruh platform.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari mengatakan, lanskap komunikasi publik Indonesia berubah drastis dalam tiga dekade terakhir. Di mana dari sekadar mengandalkan pers konvensional menjadi ekosistem digital.

Untuk itu, lanjut dia, Bakom dituntut mengorkestrasi arus informasi dari berbagai kanal media demi memastikan program pemerintah tersampaikan ke masyarakat. "Landscape komunikasi kita pada hari ini sangat beragam, berbeda dengan 20 atau 30 tahun lalu," kata Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, saat berbincang bersama Pro3 Siniar: Bakom Mendengar di Gedung SLN RRI, Jakarta, Selasa. 11 Agustus 2026.

"Kalau dulu cuma ada pers dan media konvensional. Tapi sekarang ada media sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan, kini ekosistem komunikasi mencakup media sosial, podcast, hingga ribuan konten kreator atau key opinion leader (KOL). Grup media pers sendiri juga semakin beragam sehingga Bakom harus rutin membangun audiensi langsung dengan berbagai kelompok media.

Qodari menyebut tugas Bakom adalah mengorkestrasi komunikasi pemerintahan yang melibatkan 84 kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Tugas ini diperluas hingga 38 provinsi serta 518 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

"Kita sebagai Bakom kan tugasnya orkestrasi komunikasi pemerintahan, jadi kita berurusan dengan kementerian dan lembaga. Di pusatnya kita 84, lalu di provinsi 38, kabupaten atau kota 518," katanya.

Qodari mengatakan, isu yang dihadapi pun terbagi menjadi dua jenis, yakni isu pemerintah dan isu cepat. Isu cepat ini mencakup persoalan hukum, politik, hingga ekonomi yang kerap datang tanpa dapat diprediksi sebelumnya.

Dalam prosesnya, Bakom menerapkan metode kerja harian dengan mencocokkan data analitik media sosial dan pemberitaan media konvensional. Menurutnya, proses ini dilakukan guna memahami persamaan maupun perbedaan framing isu yang beredar di masyarakat.

"Pada akhirnya saya harus belajar setiap hari, karena selalu ada isu-isu baru, baik program pemerintah maupun juga isu-isu cepat. Isu ini harus dipahami duduk perkaranya, data-datanya, faktanya, kemudian merumuskan strategi komunikasinya," katanya.

Menurutnya, kompleksitas ekosistem komunikasi ini menuntut Bakom untuk senantiasa memperbarui pemahaman terhadap setiap isu yang muncul. Kesiapan data dan strategi komunikasi yang matang dinilai menjadi kunci agar informasi pemerintah dapat tersampaikan secara efektif. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....