Kemenbud Targetkan Revitalisasi Ratusan Cagar Budaya di Tahun 2026

  • 31 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 100 cagar budaya pada 2026 sebagai bagian dari pelestarian warisan sejarah sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
  • Revitalisasi mencakup museum, candi, masjid bersejarah, gereja, benteng, hingga keraton, termasuk Istana Maimun dan Keraton Surakarta, dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
  • Antusiasme terhadap Museum Passport menjadi bukti meningkatnya minat Generasi Z terhadap budaya, setelah 20.000 eksemplar terjual habis dan mendorong rencana perluasan program ke museum lain di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menargetkan revitalisasi lebih dari 100 cagar budaya sepanjang 2026. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian warisan sejarah nasional.

Program tersebut dijalankan sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga aset budaya. Sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Proses revitalisasi juga akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga yang mengelola aset cagar budaya.

"Mungkin ada sekitar lebih dari 100 (cagar budaya) yang akan dilaksanakan (revitalisasi). Tahun ini ya pada tahap awal ini," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan, bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pelestarian sejarah dan cagar budaya. Karena itu, setiap kementerian dan lembaga didorong untuk merevitalisasi aset budaya yang berada di bawah pengelolaannya.

Di lingkungan Kementerian Kebudayaan, program tersebut mencakup revitalisasi museum dan berbagai situs cagar budaya. Diantaranya seperti candi, masjid bersejarah, gereja, benteng, hingga keraton.

"Kemudian ada benteng-benteng, keraton-keraton, Istana Maimun. Sekarang juga akan direvitalisasi, keraton Surakarta dan sejumlah keraton," ucapnya.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya bertujuan menjaga warisan sejarah dan peradaban bangsa, tetapi juga meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diharapkan mampu menggerakkan ekosistem budaya, memperkuat ekonomi kreatif, dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Ia menambahkan, wisata budaya kini menjadi salah satu tren yang berkembang di berbagai negara. Mengingat meningkatnya minat generasi muda terhadap pengalaman berbasis sejarah dan budaya.

Ia juga mencontohkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Museum Passport yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan. Sebanyak 20.000 paspor museum yang dijual seharga Rp89 ribu disebut habis terjual dalam waktu singkat.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan generasi Z mulai tertarik mengoleksi benda-benda budaya yang memiliki nilai fisik. Mereka tetap menunjukkan minat itu meski tumbuh dan berkembang di era digital.

"Jadi itu menunjukkan Gen Z ini sekarang suka dengan material culture, karena mungkin mereka ini tadinya digital native. Sehingga sesuatu yang berbentuk, yang bisa dipegang, yang dirasa, dan dikoleksi itu menjadi penting," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala MCB, Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan Museum Passport menjadi buku jejak partisipatif bagi seluruh pengunjung museum Indonesia. Museum Passport mengajak masyarakat menjelajahi berbagai museum di Indonesia melalui pengumpulan stempel sebagai penanda setiap kunjungan mereka.

"Sebenarnya ini sebagai bagian dari semangat warisan budaya kita, pelestarian budaya bukan cuma tugas pemerintah atau pengelola semata. Tapi juga melibatkan akademisi dan masyarakat luas, ketika publik turut dilibatkan, di sanalah rasa memiliki tumbuh dengan sendirinya," katanya.

Menurutnya, Museum Passport ini akan membuat pengunjung kembali ke masa lampau agar bisa digunakan sebagai koleksi dan kenang-kenangan. Dari ide itu, pihak MCB ingin menerbitkannya dan memakainya di museum-museum lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....