Kasudin Kesehatan Jakarta Timur: CKG Jakarta Timur Telah Sasar 591 Ribu Siswa
- 13 Agt 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- CKG Jakarta Timur menyasar 591.191 siswa dari 1.549 sekolah.
- Temuan sementara meliputi tekanan darah tidak normal dan anemia pada sejumlah remaja.
- Siswa dengan masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut atau rujukan ke Puskesmas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy, mendorong seluruh sekolah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Program tersebut, kata dia, telah menyasar sekitar 591.191 siswa dari 1.549 sekolah di Jakarta Timur.
Pelaksanaan CKG salah satunya berlangsung di SMKN 64 Jakarta dengan dukungan Puskesmas Cipayung, Kamis13 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sekaligus mendeteksi gangguan sejak dini.
“Kalau Jakarta Timur, kami berharap semua sekolah mengikuti cek kesehatan gratis ini. Jumlahnya sekitar 1.549 sekolah dengan 591.191 anak,” katanya saat melakukan peninjauan.
Arief mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai indikator kesehatan siswa. Pemeriksaan meliputi status gizi, kebiasaan merokok, kebugaran, mata, telinga, gula darah, dan hemoglobin.
Sejumlah temuan sementara menunjukkan beberapa siswa memiliki tekanan darah tidak normal. Petugas juga menemukan remaja dengan kadar hemoglobin rendah atau mengalami anemia.
“Melalui CKG ini, salah satu upaya kita adalah mendeteksi secara dini anemia. Kemudian, tekanan darah yang kurang normal dan sebagainya,” ujarnya.
Menurut Arief, pola makan tidak sehat dapat menjadi salah satu faktor risiko anemia. Konsumsi junk food, fast food, dan diet terlalu ketat dapat mengurangi kecukupan gizi remaja.
Siswa dengan temuan tertentu akan memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya. Mereka dapat dirujuk menuju Puskesmas apabila membutuhkan pemeriksaan dan tata laksana lanjutan.
“CKG ini tidak hanya screening, tetapi nanti ada tindak lanjutnya. Setelah ditemukan masalah, kemudian ditatalaksana sesuai temuannya,” katanya.
Arief berharap CKG tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi berlanjut pada penanganan kesehatan siswa. Sekolah dan Puskesmas akan berkoordinasi melalui program UKS untuk memastikan setiap temuan mendapatkan tindak lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....