Sayembara Ijazah Dinilai Kurang Relevan dengan Persoalan Publik
- 13 Agt 2026 09:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menilai sayembara ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kurang relevan. Menurutnya, persoalan tersebut bukan isu utama yang perlu mendapat perhatian publik saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Mardiansyah dalam podcast Realpolitik di kanal Geolive. Ia menanggapi sayembara senilai Rp100 juta yang digagas pakar hukum tata negara Denny Indrayana.
Mardiansyah mengatakan persoalan keabsahan ijazah memiliki mekanisme hukum yang dapat ditempuh. Karena itu, polemik tersebut dinilai tidak perlu terus menjadi perhatian masyarakat.
"Ijazah kan sudah jelas ada mekanisme penyetaraan dalam hukum kita. Itu seharusnya sudah selesai," ujar Mardiansyah, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan yang lebih membutuhkan perhatian. Kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat dinilai lebih relevan untuk menjadi perhatian bersama.
Mardiansyah juga menilai isu ijazah tidak akan memengaruhi hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Gibran. Ia menyebut hubungan keduanya lebih berkaitan dengan kerja sama dalam menjalankan pemerintahan.
"Presiden Prabowo tahu betul siapa Mas Wapres. Dan sadar kontribusi besar dari Mas Wapres bagi kekuatan politiknya," katanya.
Ia berharap pembahasan mengenai isu ijazah dilakukan secara proporsional. Menurutnya, diskusi publik sebaiknya diarahkan pada persoalan yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan masyarakat.
Mardiansyah juga menyarankan pihak yang terlibat dalam polemik tersebut lebih mengutamakan kontribusi akademik. Menurutnya, ruang akademik dapat digunakan untuk memberikan gagasan terhadap berbagai persoalan bangsa.
Ia menilai isu yang kurang substansial berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih penting. Karena itu, pembahasan publik perlu mempertimbangkan urgensi dan manfaat bagi masyarakat luas.
Mardiansyah menegaskan pandangannya disampaikan untuk memberikan perspektif terhadap polemik yang berkembang. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan tersebut secara objektif dan tidak berlebih
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....