Maulid Nabi Jadi Momentum Penguatan Kepemimpinan Berintegritas

  • 27 Agt 2026 07:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum refleksi bersama untuk mendorong penguatan kebangsaan dan pemimpin bangsa Indonesian
  • Kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi untuk menghadirkan kepemimpinan yang adil, amanah, berintegritas, dan berakhlak mulia
  • Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar dalam Maulid melihat persoalan kepemimpinan dari perspektif keteladanan Nabi Muhammad SAW

RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai relevan menjadi momentum memperkuat kepemimpinan yang berintegritas dan berakhlak. Nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai penting diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi.

Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar mengatakan, kepemimpinan tidak cukup hanya berlandaskan hukum dan aturan konstitusi. Menurutnya, pemimpin juga harus memiliki keadilan, amanah, integritas, keberanian, dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami undang-undang. Tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” kata Heikal dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.

Heikal menilai demokrasi yang sehat membutuhkan pemimpin yang mampu menjalankan hukum secara adil dan bertanggung jawab. Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan dalam memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Demokrasi membutuhkan hukum yang kuat, tetapi hukum harus dijalankan manusia berintegritas. Nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi relevan untuk kita jalankan,” ujarnya.

Menurut Heikal, kegiatan Maulid juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Partai Ummat terus membangun komunikasi dengan tokoh agama, akademisi, masyarakat, dan insan media.

Ia menilai media memiliki peran penting dalam membangun ruang publik yang sehat. Penyampaian informasi yang kritis, berimbang, dan bertanggung jawab diperlukan untuk mendukung kehidupan demokrasi.

“Oleh karena itu, Partai Ummat siap bersinergi memperkuat silaturahmi dengan media dan masyarakat. Nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi inspirasi membangun Indonesia yang demokratis dan berkeadilan,” katanya.

Heikal berharap forum diskusi bulanan dan temu media dapat menjadi ruang dialog serta pertukaran gagasan. Forum tersebut membahas berbagai persoalan strategis terkait demokrasi dan kehidupan berbangsa.

Forum itu digagas sebagai ruang pertemuan antara gagasan hukum dan ketatanegaraan dengan nilai moral. Keteladanan kepemimpinan Rasulullah SAW menjadi salah satu perspektif dalam diskusi tersebut.

Sejumlah pembicara dari bidang hukum, politik, dan keislaman hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Ustaz Farid Okbah, Anung Alhamad, Theo Yusuf, dan Thorik Thalib.

Kegiatan turut dihadiri Sekjen DPP Partai Ummat Taufik Hidayat serta jajaran pimpinan DPP dan DPW DKI Jakarta. Hadir pula simpatisan, relawan, dan sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....