APDI: Industri Kreator Buka Peluang Ekonomi di tengah Keterbatasan Lapangan Kerja

  • 13 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Industri kreator berpotensi membuka peluang ekonomi yang signifikan.
  • APDI menilai ekonomi digital Indonesia saat ini menjadi salah satu penyumbang besar dari nilai ekonomi nasional.
  • Keberlanjutan industri kreator juga harus diiringi peningkatan kompetensi kreator agar dapat menghasilkan output yang positif dan relevan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Co-Chairman Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI), Arif Ilham Adnan, menilai industri kreator dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungannya dinilai penting dalam ekonomi digital Indonesia.

Arif menyebut, nilai ekonomi Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,5 triliun dolar AS. Dari nilai tersebut, sekitar satu persen atau 150 miliar dolar AS berasal dari ekonomi digital.

Ia mengatakan, nilai ekonomi digital ini meningkat pesat dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. “Di sanalah sebenarnya content creator berada, jadi memang value-nya besar sekali," kata Arif dalam acara peluncuran Transformasi Kreator Indonesia di gedung RRI, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini belum cukup menyerap seluruh tenaga kerja. Maka dari itu, industri kreator dapat menjadi jalan keluar menghadapi tekanan ekonomi dan keterbatasan lapangan kerja.

Kreator dapat berkarya sekaligus menyediakan jasa konten bagi berbagai perusahaan. Jasa tersebut dapat membantu perusahaan menjaga reputasi maupun mendorong produknya ke pasar.

Arif mengatakan potensi tersebut perlu didukung tata kelola industri yang baik. "Kita sudah punya asosiasi kreator konten di Indonesia untuk melakukan advokasi dan memberikan penyeragaman kualitas kompetensi para kreator konten ini," kata Arif.

“Jadi para kreator konten tidak hanya make money (menghasilkan uang). Tapi juga make a good thing for this nation (memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara),” ucapnya.

Perkembangan industri kreator, kata Arif, perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi para kreator. Pelatihan diperlukan agar kreator memahami teknik pembuatan konten sekaligus nilai yang dibawanya.

Sementara itu, Komisi VII DPR RI menilai, gotong royong merupakan faktor kunci dalam memastikan industri kreatif bertahan hidup. Selain gotong royong, juga diperlukan political will dari semua pihak untuk keberlangsungan industri kreatif nasional.

"Harus gotong royong, kata kuncinya disitu, gotong royong untuk memastikan bahwa industri kreatif dan kebudayaan itu bisa hidup. Kata kunci berikutnya adalah konektivitas, dengan teknologi termasuk AI, ini membuat aksesibilitas lebih mudah, untuk di daerah-daerah," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, pada kesempatan yang sama.

Sara juga mengingatkan, agar lembaga penyiaran publik seperti RRI dan TVRI perlu menjadi penyeimbang. Terlebih, kini banyak konten yang diproduksi para kreator membuat gaduh dunia maya.

"Tentunya penting untuk bisa menyeimbangi kegaduhan yang terjadi di media sosial yang terkadang nggak ada filternya. Jadi kita perlu mendorong kebebasan berekspresi, menjaga itu," ucap Sara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....