Kementrans Kembangkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi
- 13 Agt 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Transmigrasi menyiapkan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi, termasuk Batam, Rempang, Galang, dan Mamuju.
- Pengembangan kawasan diarahkan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja, termasuk rencana pembangunan galangan kapal di Galang.
- Pemerintah memprioritaskan revitalisasi 45 kawasan transmigrasi, dengan fokus pada pembangunan ekonomi terintegrasi dan digitalisasi data kawasan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Transmigrasi menyiapkan pengembangan pusat perekonomian di sejumlah kawasan transmigrasi berpotensi. Pengembangan tersebut mencakup wilayah Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan kawasan transmigrasi akan ditransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Kawasan tersebut tidak lagi hanya dikembangkan sebagai permukiman dan sentra pertanian.
"Jadi tadi kalau bicara lokus, satu adalah Batam. Rempang dan Galang," kata Mentrans Iftitah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Fokusnya industri dan beberapa juga sudah bahkan, saya sampaikan, kami diberikan semacam hak pengelolaan untuk 350 hektare yang ada di Galang."
Menurut Iftitah, sebagian lahan di kawasan Galang telah dilirik investor untuk pembangunan galangan kapal. Investasi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
"Nilai investasinya cukup besar, mencapai triliunan rupiah. Tidak hanya memiliki nilai investasi tetapi juga dengan pemanfaatan tersebut dapat menyerap tenaga kerja lokal," ujarnya.
Iftitah menyebut pemanfaatan kawasan transmigrasi seluas 150 hektare diproyeksikan mampu menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja. Pemerintah menilai pengembangan kawasan harus diarahkan pada kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain Kepulauan Riau, Kementerian Transmigrasi juga mengembangkan potensi logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat. Iftitah menyebut, pemerintah telah menjajaki peluang eksplorasi komoditas tersebut bersama PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas.
Ia mengatakan pembahasan eksplorasi kawasan transmigrasi di Mamuju juga telah dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.
Menurutnya, transformasi transmigrasi pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini lebih menekankan kualitas dibandingkan kuantitas. Pemerintah juga mengarahkan kawasan transmigrasi menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kementerian Transmigrasi menetapkan revitalisasi 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional sebagai program utama dalam RPJMN 2025-2029. Program tersebut juga mencakup pengembangan kawasan secara terintegrasi dan digitalisasi data kawasan.
Ia menyebut pembangunan transmigrasi tidak lagi berorientasi pada pembukaan lahan maupun perpindahan penduduk. Pemerintah kini mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperluas kesempatan kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....