Pemerintah Terjunkan TEP 2026 Bangun 53 Kawasan Transmigrasi
- 30 Jul 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk membangun 53 kawasan transmigrasi melalui berbagai rencana sesuai daerahnya
- Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan fokus TEP 2026 untuk kerja nyata pembangunan kawasan transmigrasi
- TEP 2026 diharapkan dapat mewujudkan upaya pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk membangun 53 kawasan transmigrasi melalui berbagai rencana sesuai daerahnya. Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan fokus TEP 2026 untuk kerja nyata pembangunan kawasan transmigrasi.
Sebanyak 1.476 peserta TEP 2026 yang terdiri dari 10 perguruan tinggi mendapat pembekalan dari berbagai kementerian dan lembaga. Adapun TEP 2025 lalu berhasil melakukan pemetaan potensi kawasan, sehingga tahun ini harus ada pembangunan kawasan sesuai potensinya.
TEP 2026 diharapkan dapat mewujudkan upaya pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Upaya tersebut membutuhkan dukungan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberdayaan dan pengembangan kawasan transmigrasi.
"Yang membedakan tahun lalu dengan tahun ini adalah tidak hanya riset dan pemetaan potensi ekonomi. Tetapi melakukan aksi nyata, mereka dibekali sejumlah dana, output sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi," kata Mentrans Iftitah di Balai Kartini, Jakarta, pada Kamis 30 Juli 2026.
Mentrans Iftitah memaparkan, TEP 2025 sebelumnya telah berhasil memberikan data potensi pengembangan ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Menurutnya, data tersebut dijadikan acuan dalam pembangunan pusat ekonomi baru di masing-masing kawasan transmigrasi yang memiliki perbedaan potensi.
"Kami tidak hanya ingin melakukan revitalisasi, kami juga melakukan transformasi di beberapa tempat. Kami ingin dana itu juga digunakan nanti untuk revitalisasi untuk kawasan transmigrasi tempat mereka ditugaskan," ucapnya.
Anggota Komisi V DPR, Danang Wicaksana Sulistya mengapresiasi penerjunan TEP 2026 ke 53 kawasan transmigrasi. Menurutnya, Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi harus hadir memberikan kerja nyata membangun daerah dengan mengoptimalkan SDM berkompeten.
"Komisi V DPR sangat mendukung program Kementerian Transmigrasi sebagai catatan hasil rapat kerja. Mendorong program kerjanya terutama dalam mengirimkan ekspedisi patriot dalam rangka melihat potensi potensi kawasan transmigrasi," ujar Danang.
Para peserta TEP 2026 telah mendapatkan pembekalan secara menyeluruh yang diselenggarakan di Bogor dan dilanjutkan di Jakarta. Berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan telah diterima dari berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk pengembangan kawasan transmigrasi.
TEP 2026 dibagi dua masa pengabdian yaitu empat bulan untuk TEP Non Papua, dan satu tahun TEP di Papua. Para peserta lulusan D4 dan S1 akan terjun langsung ke masyarakat untuk mendampingi petani dan nelayan.
Khususnya untuk pembangunan Papua, sekitar 1.200 peserta TEP 2026 akan ditempatkan di 10 kawasan transmigrasi di Papua. Fokus pembangunan di wilayah Papua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mensejahterakan masyarakatnya Papua.
Patriot TEP juga bertugas membantu proses pendidikan di sekolah, mendukung layanan kesehatan. Serta, berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi lokal di kawasan transmigrasi.
Peserta TEP 2026 melibatkan 10 perguruan tinggi diantaranya, Institut Teknologi Bandung (ITB) sebanyak 24 tim dengan 120 anggota. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 25 tim dengan 125 anggota.
Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 25 tim dengan 125 anggota, Universitas Indonesia (UI) 25 tim dengan 125 anggota. Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 24 tim dengan 120 anggota, Universitas Diponegoro (Undip) 24 tim dengan 120 anggota.
Universitas Padjadjaran (Unpad) sebanyak 24 tim dengan 120 anggota, Universitas Airlangga (Unair) sebanyak 25 tim dengan 125 anggota. Universitas Brawijaya (UB) sebanyak 25 tim dengan 125 anggota, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) 25 tim dengan 125 anggota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....