Menteri PPPA Dorong Penguatan PATBM Cegah Kekerasan Anak

  • 13 Agt 2026 10:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi saat berdialog secara daring dengan lebih dari 400 kader PATBM dan Relawan SAPA dari berbagai daerah.

Arifah mengatakan PATBM berperan penting memperkuat ketahanan anak, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Menurutnya, penguatan PATBM diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak.




“Gerakan ini menyentuh tiga lingkungan penting dalam kehidupan anak. Yakni anak, keluarga, dan masyarakat, untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, kader PATBM dan Relawan SAPA berada di garis terdepan dalam mencegah dan merespons kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat. Peran tersebut mencakup edukasi kepada masyarakat, deteksi dini kekerasan, mendorong keberanian melapor, hingga membangun jejaring layanan perlindungan anak.

“Kita tidak hanya ingin melihat banyaknya kegiatan. Tetapi juga perubahan nyata dalam memperkuat norma anti-kekerasan,” ucap Arifah.

Arifah mendorong ruang komunikasi bersama bagi kader PATBM dan Relawan SAPA untuk berbagi pengalaman serta praktik baik. Ia berharap kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa mampu memperkuat pencegahan kekerasan dan menciptakan lingkungan aman bagi anak.

Salah satu kader PATBM dari Sorong, Papua Barat Daya, De Setyo, mengatakan gerakan PATBM di wilayahnya berkembang dari dua kelurahan percontohan pada 2016 menjadi 63 PATBM. Menurutnya, keberadaan PATBM turut mendorong penurunan kasus kekerasan terhadap anak serta meningkatkan keterlibatan tokoh adat dan agama.

“Kami sangat terbatas. Sekiranya berkenan, mohon kami dibekali tentang penanganan anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan berbasis online,” kata De Setyo.

Sementara, kader PATBM sekaligus Kepala Desa Tinelo, Gorontalo, Rusdianto Ahmad mengatakan dana desa dapat dimanfaatkan memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di tingkat masyarakat. Menurutnya, pemerintah desa sejak 2016 mendukung pencegahan, sosialisasi, deteksi dini, pengawasan, hingga pendampingan korban kekerasan.

“Jangan sampai kita hanya berharap dari kementerian saja. Sementara di desa sebenarnya ada dana desa yang bisa kita gunakan untuk mendukung program-program Kementerian PPPA,” kata Rusdianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....