BGN Perkuat Literasi Gizi Guru untuk Dukung MBG
- 13 Agt 2026 04:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN dan Kemendikdasmen memperkuat literasi gizi serta keamanan pangan bagi guru dan tenaga kependidikan.
- Program tersebut mengarahkan guru memahami gizi seimbang, keamanan pangan, dan kebiasaan hidup sehat.
- Pada tahap awal, program menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di tiga provinsi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat literasi gizi dan keamanan pangan guru melalui kerja sama dengan Kemendikdasmen. Penguatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan tentang gizi seimbang serta keamanan pangan sekolah.
Kepala BGN Sudaryono menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik. Program tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi.
Sudaryono menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan kepada RRI.co.id di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menilai pelaksanaan MBG membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memperkuat literasi dan edukasi terkait gizi.
“Kami tidak bisa kerja sendiri. MBG bukan sekadar membagi makanan kepada sekolah, tetapi juga memperkuat literasi dan edukasi terkait gizi,” kata Sudaryono, Kamis, 13 Agustus 2026.
Guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai gizi sekaligus membentuk kebiasaan hidup sehat.
Edukasi tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta didik di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga.
“Keamanan pangan menjadi prioritas dalam MBG, sehingga guru perlu memahami pemeriksaan organoleptik sebelum makanan dikonsumsi. Hal tersebut untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman,” ucap Sudaryono.
BGN berharap penguatan kapasitas guru mendukung pemenuhan gizi peserta didik sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendorong penerapan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperluas edukasi. Edukasi gizi dan keamanan pangan akan berlangsung secara bertahap serta berkelanjutan di lingkungan satuan pendidikan.
“Pada tahap awal, program menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Keberhasilan MBG membutuhkan pemahaman gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup sehat di sekolah,” kata Mariman Darto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....