Sekolah Nasional Mulai Beroperasi, 1.360 Siswa Jalani Tahun Ajaran Baru

  • 12 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 1.360 siswa mulai belajar di 17 SNT yang tersebar pada 17 kabupaten/kota di 13 provinsi.
  • Pemerintah menargetkan pembangunan 500 SNT untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah Indonesia.
  • SNT mengintegrasikan SMP dan SMA dengan pembelajaran mendalam berbasis STEM, seni, olahraga, serta pengembangan karakter dan bakat siswa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekitar 1.360 siswa berprestasi mulai mengikuti tahun ajaran baru di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan dan meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI, Fahd Pahdepie, mengatakan SNT diselenggarakan Kemendikdasmen untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.

Saat ini terdapat 17 SNT yang telah beroperasi di 17 kabupaten dan kota pada 13 provinsi. Pemerintah juga masih membangun 20 lokasi SNT lainnya untuk memperluas jangkauan program tersebut.

"Saat ini karena baru dibuka, dan baru masa pengenalan lingkungan sekolah, artinya baru angkatan pertama untuk SNT ini. Untuk jenjang SMP ada 20 orang dan 2 kelas, kemudian SMA 20 orang, sehingga dari total 17 SNT yang beroperasi ada sekitar 1.360 siswa," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Fahd mengatakan pembangunan SNT dilatarbelakangi masih adanya kesenjangan capaian mutu pendidikan nasional. Data Kemendikdasmen per 30 Juni 2025 menunjukkan hanya 263 dari 7.288 kecamatan memiliki SMP dan SMA terakreditasi A.

Menurutnya, sekolah dengan mutu pendidikan tinggi tersebut masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara di Papua, hanya terdapat empat sekolah bermutu yang tersebar pada tiga kecamatan.

Pemerintah menargetkan pembangunan SNT mencapai 500 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Fasilitas yang disiapkan meliputi perpustakaan dengan akses e-journal global, ruang diskusi, pusat olahraga, serta kendaraan antar-jemput siswa.

Selain fasilitas, pemerintah juga menyiapkan tenaga pendidik yang dinilai mampu mendukung pembelajaran siswa berprestasi. Saat ini, 17 SNT telah memiliki 17 kepala sekolah dan 204 tenaga pendidik.

"Artinya 1 banding 6, 1 guru menangani 6 murid. Ini satu desain yang sangat ideal untuk sebuah sekolah yang ingin mencetak para lulusan atau mendidik siswa berprestasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden," katanya.

Fahd memastikan SNT memiliki sasaran dan pendekatan berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggul Garuda. Meski demikian, ketiga program tersebut memiliki tujuan yang sama untuk memastikan anak Indonesia memperoleh pendidikan terbaik.

SNT juga dirancang sebagai pusat pengembangan pendidikan di daerah masing-masing. Peran tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah sekitar.

Ia menjelaskan, program SNT akan mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran. Siswa mengikuti kurikulum nasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM, seni, dan olahraga.

Melalui pendekatan tersebut, siswa juga memperoleh ruang lebih luas untuk mengembangkan karakter, minat, bakat, dan potensi masing-masing. Pemerintah berharap keberadaan SNT dapat memperkuat pemerataan mutu pendidikan hingga ke berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....