Sekolah Nasional Terintegrasi Jembatan Emas Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah
- 06 Agt 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengunjungi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Cianjur pada Rabu, 5 Agustus 2026.
- Pemerintah telah menghadirkan beragam jalur pendidikan termasuk Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari strategi memperluas akses pendidikan berkualitas.
- Kunjungan ini dilakukan di lokasi Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur untuk menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan vokasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Kabupaten Cianjur. Sekolah tersebut berlokasi di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Rabu, 5 Agustus 2026.
Di hadapan para peserta didik, Wamen Fajar menegaskan pemerintah saat ini telah menghadirkan beragam jalur pendidikan. Mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, termasuk SNT sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
"Bagi adik-adik yang berhasil lulus masuk SNT, itu adalah sebuah kemewahan karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, tentu akan menjadi kerugian," katanya.
"Sebaliknya, jika dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh, SNT akan menjadi jembatan emas bagi masa depan adik-adik dan keluarga," ujar Wamen Fajar. Ia mengaku optimistis terhadap potensi para peserta didik SNT setelah berinteraksi langsung, termasuk saat mengunjungi SNT di Banyumas beberapa waktu lalu.
"Itu artinya adik-adik memiliki modal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Dari sekolah ini saya berharap akan lahir bupati, gubernur, menteri, bahkan pemimpin-pemimpin bangsa lainnya," katanya.
Selain memberikan motivasi kepada siswa, Fajar juga berpesan kepada orang tua dan pengelola sekolah agar memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan utama penyelenggaraan SNT adalah sistem pembelajaran nonasrama sehingga siswa tetap menjalani aktivitas pulang-pergi setiap hari.
"Saya titip kepada bapak dan ibu agar terus mendampingi serta memberikan motivasi kepada anak-anak ketika dalam perjalanannya menghadapi kesulitan. Skema pembelajaran di SNT berbeda dengan sekolah pada umumnya sehingga mereka membutuhkan dukungan yang kuat dari keluarga," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar juga menekankan bahwa SNT tidak boleh berkembang menjadi sekolah yang eksklusif. Sebaliknya, keberadaan SNT harus memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah lain di daerah.
"Sekolah lain perlu diberikan ruang untuk berkunjung, belajar, dan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki SNT. Teknologi pembelajaran yang canggih jangan hanya dinikmati siswa SNT," katanya.
Menurutnya, filosofi utama pendirian SNT adalah menjadi pusat mutu pendidikan di daerah. Oleh karena itu, keberadaannya harus mampu mengimbaskan praktik-praktik pendidikan yang baik kepada sekolah lain.
"Kehadiran SNT membawa tanggung jawab moral untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekitarnya. Saya berharap sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah Cianjur Selatan maupun daerah pelosok, dapat berkunjung ke SNT agar anak-anak memiliki mimpi," katanya.
Ia juga berharap fasilitas laboratorium dan sarana pembelajaran di SNT dapat dimanfaatkan sebagai tempat studi banding bagi sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, keberadaan SNT benar-benar menjadi pusat pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Cianjur.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Terutama atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penyelenggara SNT.
Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran SNT sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di daerah. "Kami sangat bersyukur karena Cianjur menjadi salah satu dari 17 kabupaten yang dipercaya memiliki SNT," katanya.
Hal yang sama disampaikan Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmad Julifan. Ia mengatakan selama masa pendaftaran terdapat 128 calon peserta didik jenjang SMP dan SMA yang mengikuti proses seleksi.
Setelah melalui Tes Bakat Skolastik, sebanyak 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA dinyatakan lolos untuk mengikuti proses daftar ulang. "Hingga saat ini tercatat 39 peserta didik SMA dan 36 peserta didik SMP telah menyelesaikan proses pendaftaran ulang,"ujar Joko.
Joko menambahkan bahwa peserta didik jenjang SMP akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 10 Agustus 2026. "Semua ini tentu berkat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta kolaborasi yang luar biasa dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....