Mendikdasmen Perkuat Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi jelang MPLS Perdana

  • 08 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi menjelang MPLS perdana pada 10 Agustus 2026.
  • Kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Pembekalan Kepala Sekolah dan TPP SNT dilaksanakan di Kabupaten Tangerang, Banten, pada 7 Agustus 2026 untuk mempersiapkan penyelenggaraan MPLS.
  • Tujuan kegiatan adalah mempersiapkan kepala sekolah dan TPP membangun lingkungan belajar SNT yang kondusif sejak hari pertama di sekolah.

RRI.CO.ID, Tangerang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Penguatan diberikan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana pada 10 Agustus 2026.

Penguatan tersebut diberikan dalam kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Pembekalan Kepala Sekolah dan TPP SNT di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan itu bertujuan mempersiapkan kepala sekolah dan TPP membangun lingkungan belajar SNT sejak hari pertama.

Mendikdasmen mengatakan, kepala sekolah dan TPP menjadi bagian penting dari langkah awal penyelenggaraan SNT. Mereka diharapkan menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, aman, dan menyenangkan bagi seluruh murid.

"Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa," kata Mendikdasmen dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurutnya, keberhasilan SNT sangat bergantung pada kualitas kepala sekolah dan pendidik yang menjalankannya. Karena itu, guru harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi pembimbing sekaligus sumber inspirasi bagi murid.

"Guru harus terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri," ucapnya.

Ia juga mendorong kepala sekolah dan TPP memanfaatkan ruang inovasi dalam pengembangan SNT. Menurutnya, praktik baik dari sekolah berkinerja tinggi dapat menjadi inspirasi untuk membangun budaya mutu sesuai kebutuhan murid.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Gogot Suharwoto mengatakan, kepala sekolah dan TPP telah melalui proses seleksi dan pembekalan yang ketat. Sekitar 8.000 kepala sekolah mengikuti seleksi berlapis, sedangkan TPP dipilih dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memenuhi persyaratan.

Selama pembekalan, peserta mendapatkan penguatan kepemimpinan, pembelajaran, dan koordinasi dengan UPT Kemendikdasmen terkait kesiapan penyelenggaraan pendidikan. Koordinasi mencakup kesiapan ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas pembelajaran lainnya.

"Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT dapat menjadi pusat keunggulan pendidikan dan model pembelajaran berbasis STEMS, pembelajaran mendalam, serta digitalisasi pembelajaran," kata Gogot.

Pelaksanaan MPLS pada 10 Agustus 2026 akan menjadi momentum pertama bagi kepala sekolah dan TPP menerapkan hasil pembekalan di sekolah masing-masing. Melalui kepemimpinan yang kuat dan budaya belajar yang berorientasi pada perkembangan murid, SNT diharapkan berkembang sebagai pusat mutu pendidikan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....