Dirjen Imigrasi: PNBP Imigrasi Capai Rp6,5 Triliun hingga Agustus 2026
- 12 Agt 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ditjen Imigrasi berhasil mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6,5 triliun dalam periode Januari hingga Agustus 2026.
- Pencapaian PNBP tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 6,68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
- Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan capaian ini saat mengadakan konferensi pers di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6,5 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut meningkat 6,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kurang lebih Rp6,5 triliun kita sudah menghasilkan PNBP. Kalau kita bandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kita mengalami kenaikan 6,68 persen lebih tinggi,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko saat konferensi pers di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026.
Hendarsam menjelaskan kontribusi terbesar berasal dari layanan visa yang mencapai Rp3,5 triliun atau sekitar 54 persen dari total PNBP. Sementara itu, layanan paspor menyumbang Rp1,6 triliun dan layanan keimigrasian lainnya sebesar Rp1,3 triliun.
Realisasi tersebut telah mencapai 76,81 persen dari target PNBP keimigrasian tahun 2026 sebesar Rp8,5 triliun. Dengan capaian tersebut, pemerintah masih perlu mengejar sekitar Rp2 triliun untuk memenuhi target PNBP hingga akhir tahun.
“Jadi saat ini per Agustus kita sudah mencapai 76,81 persen. Sekitar 25 persen lagi,” ucap Hendarsam.
Hendarsam optimistis target PNBP keimigrasian 2026 dapat tercapai seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode liburan akhir tahun. Menurutnya, momentum tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan keimigrasian, khususnya saat memasuki periode puncak liburan.
“Ini merupakan waktu-waktu yang cukup produktif bagi kita di sektor PNBP karena ini adalah waktu-waktu libur. Biasanya peak season-nya menjelang hari raya dan tahun baru,” ucap Hendarsam menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....