Dirjen Imigrasi: Paspor Merah Putih Masih Dikaji dari Sisi Keamanan

  • 12 Agt 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ditjen Imigrasi sedang melakukan kajian komprehensif terkait penerbitan Paspor Merah Putih dengan fokus utama pada keamanan dan fitur teknologi.
  • Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum pemerintah mengambil keputusan penerbitan paspor dengan desain terbaru.
  • Kajian ini bertujuan memastikan bahwa Paspor Merah Putih memenuhi standar keamanan internasional dan mendukung perkembangan teknologi layanan keimigrasian modern.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi tengah mengkaji penerbitan Paspor Merah Putih masih dikaji, terutama terkait aspek keamanan dan fitur. Kajian dilakukan untuk memastikan paspor tersebut memenuhi standar keamanan serta mendukung perkembangan teknologi layanan keimigrasian.

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut kajian Paspor Merah Putih diperlukan untuk memastikan desain serta fitur memenuhi keamanan. Menurutnya, aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum pemerintah memutuskan penerbitan paspor dengan desain dan fitur terbaru.

“Masalah penerbitan Paspor Merah Putih, ini kita masih membutuhkan kajian lagi. Karena masalah sekuriti, fiturnya kita harus lihat lagi,” kata Hendarsam Marantoko saat konferensi pers di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026.

Hendarsam mengatakan pemerintah juga tengah mengarah pada penyederhanaan jenis paspor agar masyarakat tidak menghadapi berbagai varian dokumen perjalanan. Menurutnya, ke depan paspor yang diterbitkan akan diarahkan menggunakan bahan polikarbonat dan teknologi elektronik.

“Kita pengen penyeragaman paspor juga. Artinya kita tidak ada berbagai jenis paspor, kita cuma ada satu paspor saja,” ucapnya.

Hendarsam menjelaskan penyederhanaan paspor penting mengikuti perkembangan teknologi pembacaan dokumen melalui sistem autogate. Menurutnya, penyeragaman paspor akan memudahkan masyarakat menggunakan layanan keimigrasian di berbagai pintu masuk negara.

“Kalau kita varian yang berbeda-beda, nanti akan mempersulit warga negara kita. Jadi kita sederhanakan,” ujarnya.

Hendarsam mengatakan performa layanan dipengaruhi banyak variabel sehingga penjelasannya perlu disampaikan kementerian atau lembaga terkait. Menurutnya, setiap kementerian dan lembaga memiliki tugas serta fungsi masing-masing dalam menjelaskan faktor yang memengaruhi performa.

“Dari tugas dan fungsi kami, sepanjang itu menjadi tugas dan fungsi kami, itu akan kita jalankan secara maksimal. Dan itu sudah bekerja sampai sejauh ini,” kata Hendarsam menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....