Bappenas: Ekonomi Hijau Penting Hadapi Dampak Perubahan Iklim
- 12 Agt 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai penerapan ekonomi hijau semakin penting di tengah dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat
- Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi mengatakan dampak perubahan iklim saat ini semakin nyata dalam kehidupan masyarakat
- Menurutnya, ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang menyeimbangkan peningkatan kesejahteraan dengan keberlanjutan lingkungan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai penerapan ekonomi hijau semakin penting di tengah dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi mengatakan dampak perubahan iklim saat ini semakin nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Mengapa ini (ekonomi hijau) penting untuk masyarakat, untuk penduduk kita. Karena memang dampaknya (perubahan iklim) sangat konkret,” kata Nizhar, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang menyeimbangkan peningkatan kesejahteraan dengan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan tersebut tetap memberikan ruang bagi investasi, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja.
Pada saat yang sama, ekonomi hijau juga diarahkan untuk menciptakan keterampilan tenaga kerja yang lebih ramah lingkungan atau green jobs. Penerapan kegiatan ramah lingkungan diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Nizhar mengatakan dampak perubahan iklim telah terlihat melalui berbagai fenomena, mulai dari cuaca tidak menentu, banjir, kekeringan, hingga kenaikan permukaan air laut. Karena itu, pendekatan pembangunan perlu mampu menjaga lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial.
Salah satu langkah yang disiapkan Bappenas adalah Green Indonesia Future Initiative (GIFT). Program tersebut merupakan kolaborasi dengan Global Green Growth Institute (GGGI) untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, mengembangkan investasi hijau, serta mempercepat transformasi ekonomi hijau Indonesia.
GIFT diarahkan untuk mengintegrasikan tiga aspek utama ekonomi hijau, yakni perencanaan kebijakan, mobilisasi investasi, dan implementasi. Integrasi tersebut diharapkan membuat program ekonomi hijau dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Ini ingin diintegrasikan dalam suatu kerjasama yang baik dan sinergi, sehingga nanti diharapkan GGGI dengan kapasitasnya bisa membawa dan menghadirkan keahlian dari sisi investasi hijau. Baik keahlian maupun investasinya di Indonesia, juga terutama karena anggotanya semakin berkembang, GGGI semakin dikenal, sehingga jejaringnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, Bappenas juga memiliki peran memastikan berbagai kegiatan dan investasi yang dikembangkan tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional. “Sementara Indonesia, dalam hal ini Bappenas, juga punya kewajiban untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan semua investasi tersebut juga tetap selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ucapnya.
Melalui GIFT, Bappenas berharap transformasi ekonomi hijau dapat semakin dipercepat, termasuk melalui perluasan lapangan kerja hijau dan peningkatan akses terhadap energi terbarukan. Manfaat transformasi tersebut juga diharapkan dapat dirasakan secara merata di berbagai daerah.
“Kerjasama ini bukan hanya angka-angka target saja, tetapi juga bisa dirasakan langsung, baik itu oleh petani, nelayan, pekerja, dan dari keluarga yang memang hidupnya sangat bergantung dari sumber daya alam terutama. Dan juga sangat rentan terhadap perubahan cuaca dan iklim yang kita alami saat ini,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....