Bappenas Tekankan Penguatan Ekosistem Hilirisasi Industri Sawit
- 10 Agt 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit dibarengi dengan penguatan ekosistem dari sektor hulu hingga hilir
- Menurut Rachmat, pengelolaan perkebunan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan produk turunan sawit perlu berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung
- Ia mengatakan penguatan sektor hulu dan hilir perlu dilakukan secara bersamaan agar manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit dibarengi dengan penguatan ekosistem dari sektor hulu hingga hilir. Menurut Rachmat, pengelolaan perkebunan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan produk turunan sawit perlu berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
"Hilirisasi tidak bisa jalan jika ekosistem tidak berkembang. Hilirisasi tidak jalan jika hulu tidak diurus dengan baik," kata Rachmat, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia mengatakan penguatan sektor hulu dan hilir perlu dilakukan secara bersamaan agar manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Perkebunan dan pertanian, menurutnya, merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional.
Karena itu, perencanaan pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui program, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Perkebunan dan pertanian adalah bagian dari pembangunan nasional, perencanaan yang baik dilaksanakan saja tidak cukup, harus dirasakan dengan baik," ujarnya.
Rachmat menilai SIEXPO dapat menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat arah pengembangan industri kelapa sawit nasional. Pengembangan sawit diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperluas manfaat ekonomi.
"Pastikan produksi kelapa sawit bisa dinikmati semua rakyat Indonesia. Dan yang menghasilkan ikut makmur," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan Pemprov Riau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta pembenahan tata kelola industri sawit. Upaya tersebut juga mencakup pengaturan harga bagi pekebun yang bermitra dan peningkatan sertifikasi.
Menurut Syahrial, sekitar 20 persen perkebunan sawit Indonesia berada di Riau. Dengan proporsi tersebut, Riau juga memperoleh sekitar 20 persen dari dana yang disalurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), termasuk untuk mendukung program beasiswa sawit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....