Mengenal Bung Tomo, Pengobar Semangat Perlawanan Surabaya

  • 12 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sutomo atau Bung Tomo menjadi salah satu tokoh penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pascaproklamasi
  • Bung Tomo membangkitkan semangat perlawanan rakyat Surabaya melalui siaran radio saat menghadapi pasukan Sekutu
  • Perjuangan rakyat Surabaya pada Pertempuran 10 November 1945 melahirkan Hari Pahlawan sebagai simbol nasionalisme

RRI.CO.ID, Jakarta – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi saat yang tepat untuk mengenang jasa para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Salah satu tokoh yang dikenang atas perannya membangkitkan semangat perjuangan rakyat yakni, Sutomo atau Bung Tomo.

Meski Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan belum sepenuhnya berakhir. Pasukan Sekutu yang datang bersama NICA berupaya merebut kembali kekuasaan sehingga memicu perlawanan rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya.

Di tengah situasi tersebut, Bung Tomo tampil sebagai sosok yang membakar semangat perjuangan melalui siaran radio. Seruan-seruannya mengajak rakyat Surabaya tetap bersatu dan pantang menyerah menghadapi pasukan Sekutu.

Selain menyampaikan orasi, Bung Tomo juga memimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya. Kepemimpinannya menjadi salah satu penggerak utama perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perlawanan terhadap pasukan Sekutu mulai berkobar pada 28 Oktober 1945 dengan menyerang sejumlah pos pertahanan mereka. Semangat juang para pemuda Surabaya terus menguat demi mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih.

Ketegangan semakin meningkat setelah Brigadir Mallaby, pemimpin pasukan Inggris, tewas dalam pertempuran pada 31 Oktober 1945. Peristiwa tersebut mendorong Sekutu mengeluarkan ultimatum agar rakyat Surabaya segera menyerahkan diri.

Namun, rakyat Surabaya memilih tetap bertahan meskipun menghadapi ancaman serangan besar dari pasukan Sekutu. Dengan senjata seadanya, termasuk bambu runcing, mereka terus berjuang mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Pertempuran mencapai puncaknya pada 10 November 1945 dan menjadi salah satu perlawanan terbesar setelah kemerdekaan diproklamasikan. Semangat perjuangan rakyat Surabaya kemudian dikenang melalui penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....