Istana Belum Bahas Pencopotan Pangdam-Kapolres,jika Gagal Kendalikan Karhutla
- 12 Agt 2026 03:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum membahas pencopotan Pangdam dan Kapolres terkait kegagalan pengendalian karhutla.
- Arahan Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan fokus pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah Indonesia.
- Penanganan karhutla di Kawasan Bromo, Jawa Timur, termasuk dalam prioritas pengendalian kebakaran yang sedang dilakukan pemerintah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah belum membahas ancaman pencopotan Pangdam hingga Kapolres yang gagal mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah memprioritaskan pengendalian karhutla yang melanda sejumlah daerah, termasuk kawasan Bromo, Jawa Timur.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto berfokus pada penanganan kebakaran hutan. Penanganan tersebut mencakup kebakaran di kawasan Bromo, Jawa Timur, sebagai salah satu lokasi terdampak.
Prasetyo menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pernyataan tersebut merespons keterangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengenai konsekuensi jabatan.
“Kita belum sampai ke sana ya. Paling penting petunjuk bapak presiden, segera untuk kita bisa atasi mengenai karhutla itu,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah menangani karhutla. Pemerintah juga meminta masyarakat mendukung tim yang bekerja mengendalikan kebakaran hutan.
“Pemerintah pusat mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi. Kami mengajak mewakili seluruh rakyat Indonesia mari kita berikan support, dukungan, doa kepada seluruh tim yang bekerja sangat keras ya, berjibaku untuk memadamkan api,” ujarnya.
Prasetyo menyebut sejumlah petugas mengalami sakit akibat terlalu lama dan terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Kondisi tersebut membuat dukungan masyarakat diperlukan bagi tim yang bekerja mengendalikan kebakaran di lapangan.
“Ada beberapa yang karena terlalu lama menghirup dan terlalu banyak menghirup asap juga ada yang sakit. Kita tidak bisa membantu di lapangan, kita bantu dengan doa, dengan support, tidak mudah,” katanya.
Prasetyo mengimbau masyarakat menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran dalam kondisi cuaca kering. Ia mencontohkan kebakaran hebat di Gunung Bromo akibat penyalaan suar (flare) saat sesi foto prewedding di Bukit Teletubbies.
“Menghindari hal-hal yang dapat menciptakan potensi terjadinya kebakaran. Kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering gitu,” ujar Menteri Prasetyo.
Sebelumnya, Djamari Chaniago menyatakan kegagalan pengendalian karhutla memiliki konsekuensi terhadap karier pejabat. Pernyataan tersebut mencakup jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), hingga Kepala Kepolisian Resor (Kapolres).
“Upaya pengendalian diukur berhasil atau tidak. Kalau tidak berhasil, dia punya konsekwensi,” kata Djamari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....