Menteri PPPA: Anak Butuh Ruang Belajar dan Berkreasi
- 10 Agt 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya penyediaan ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.
- Soka Gakkai Indonesia menunjukkan komitmen konsisten dalam mendukung pendidikan dan kreativitas anak melalui penyelenggaraan Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di Jakarta.
- Perlindungan anak dan pemberdayaan melalui akses ruang belajar yang aman merupakan fokus utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam pengembangan sumber daya manusia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong penyediaan ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi saat menghadiri Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan Soka Gakkai Indonesia di Jakarta.
“Saya mengapresiasi komitmen Soka Gakkai Indonesia yang terus memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan berkreasi. Komitmen tersebut mendukung anak-anak mengembangkan potensi mereka secara optimal,” kata Arifah Fauzi saat memberikan sambutan di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Arifah menilai Tema Soka Gakkai Indonesia sejalan dengan semangat HAN 2026 dalam melindungi dan membangun masa depan anak. Ia berharap komitmen tersebut terus dipertahankan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Teruslah belajar dan berproses, serta jangan ragu mengembangkan diri melalui mimpi, keberanian berbicara, berekspresi, dan berinovasi. Kalian adalah bagian penting dari masa depan Indonesia,” ujar Arifah Fauzi.
Arifah turut mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak, tetapi tidak dapat menggantikan kehadiran dan pendampingan orang tua.
“Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pengasuhan, komunikasi, dan kehadiran orang tua. Langkah ini dilakukan agar anak dapat memanfaatkan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab,” ucap Arifah.
Sementara, Ketua Soka Gakkai Indonesia Antonius Polim mengatakan anak merupakan harapan masa depan yang memiliki potensi untuk berkembang. Ia menegaskan setiap anak memiliki hak memperoleh kesempatan tumbuh dan mengembangkan diri secara optimal.
“Anak-anak adalah utusan dari masa depan. Setiap anak membawa misi uniknya masing-masing. Mereka berhak mendapatkan kebahagiaan dan kesempatan untuk tumbuh,” kata Antonius.
Ia mengajak para orang tua menjadikan HAN sebagai momentum untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Ia menilai orang tua tidak hanya berperan mendidik anak, tetapi juga dapat belajar dari anak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, tulus, dan penuh kasih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....