Mentrans Salurkan Bantuan Rehabilitasi Sekolah Rusak akibat Gempa NTT

  • 28 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anak-anak MI Al-Ikhtiar di Kabupaten Manggarai Barat, NTT diharapkan dapat kembali belajar di ruang kelas aman dan layak
  • Kementerian Transmigrasi menyalurkan bantuan Rp.200 juta untuk mempercepat rehabilitasi madrasah yang rusak akibat gempa pada 15 Agustus 2026
  • Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau kondisi madrasah, Kamis 27 Agustus 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Anak-anak MI Al-Ikhtiar di Kabupaten Manggarai Barat, NTT diharapkan dapat kembali belajar di ruang kelas aman dan layak. Kementerian Transmigrasi menyalurkan bantuan Rp.200 juta untuk mempercepat rehabilitasi madrasah yang rusak akibat gempa pada 15 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau kondisi madrasah, Kamis 27 Agustus 2026. Kementerian Transmigrasi juga memberikan bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung warga sekolah selama masa pemulihan.

“saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di NTT. Saya baru saja meninjau madrasah yang sebagian bangunannya ambruk akibat musibah tersebut,” kata Mentrans Iftitah dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Jumat 28 Agustus 2026.

Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak. Rehabilitasi madrasah diharapkan memulihkan kegiatan belajar mengajar, serta mengembalikan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua.

“Setelah melihat langsung kondisinya, kita akan memberikan bantuan Rp.200 juta. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat, akan kita lakukan,” ucapnya.

MI Al-Ikhtiar berada di bawah naungan Kementerian Agama, Kementerian Transmigrasi berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini agar rehabilitasi dilakukan sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.

Mentrans menegaskan, masyarakat tidak boleh dibebani oleh sekat kewenangan antar lembaga ketika membutuhkan pertolongan. Pemerintah harus bekerja bersama agar bantuan tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan menjangkau kebutuhan yang belum tertangani.

“Yang paling penting bagi rakyat bukan bantuan itu berasal dari PU atau Transmigrasi. Bagi rakyat, yang penting persoalannya memperoleh solusi dan manfaatnya benar-benar terwujud,” ujarnya.

Gempa pada 15 Agustus 2026 merusak MI Al-Ikhtiar, serta juga berdampak pada sejumlah kawasan transmigrasi di NTT. Sebanyak 13 satuan permukiman terdampak tersebar di kawasan Maukaro Kabupaten Ende, Mbai Kabupaten Nagekeo, Bajawa, Kabupaten Ngada, serta Komodo.

Secara keseluruhan, sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak dan 1.536 rumah mengalami kerusakan. Pada masa tanggap darurat, Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.

Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Mentrans Iftitah juga mendatangi SDI Nanga Nae di Manggarai Barat. Di sekolah tersebut, ia menyerahkan bantuan sepatu dan boneka panda dari Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.

Bantuan sepatu diberikan setelah pada kunjungan sebelumnya Mentrans mendapati masih ada siswa yang bersekolah tanpa alas kaki memadai. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas kepedulian Dubes Wang Lutong terhadap kebutuhan anak-anak di Manggarai Barat.

Mentrans juga mengajak para siswa untuk rajin belajar dan berani memiliki cita-cita besar. Ia mendorong mereka membekali diri dengan keterampilan relevan dengan peluang ekonomi di Manggarai Barat, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Menurutnya, pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Penguasaan bahasa asing dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi pemandu wisata maupun bekerja di berbagai bidang.

Melalui bantuan tersebut, Kementerian Transmigrasi berharap kegiatan belajar mengajar di MI Al-Ikhtiar dapat segera kembali normal. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus dilakukan agar pemulihan pascagempa tidak berhenti pada perbaikan bangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....