Edukasi Anak Dinilai jadi Kunci Cegah Kekerasan terhadap Satwa

  • 09 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Edukasi perlindungan satwa dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
  • Anak perlu diajarkan sejak dini untuk tidak menyakiti satwa.
  • Kepedulian terhadap kucing dan anjing dapat menjadi awal edukasi konservasi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Edukasi mengenai perlindungan satwa harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Hal itu disampaikan Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, Fardhan Khan kepada RRI.CO.ID, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Fardhan, masyarakat perlu dibiasakan untuk tidak menyakiti satwa yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut penting diberikan sejak usia anak agar mereka memahami cara memperlakukan satwa dengan baik.

“Aku pernah ngobrol sama temen-temenku, ada anak kecil yang kurang diedukasi sama orang tuanya. Kalau ada kucing lewat ditendang, diangkat ekornya, menurutku dari lingkungan terdekat kita dulu,” ucapnya dalam acara Run for Animals 2026, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Fardhan mengatakan, kucing dan anjing merupakan satwa yang paling sering ditemui masyarakat. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan kepedulian terhadap satwa.

Ia menambahkan, memperlakukan satwa dengan baik perlu dibangun dari lingkungan keluarga sebelum diperluas ke isu konservasi. “Dari orang terdekat kita, baik anak, keponakan, sepupu, bahwa jangan menyakiti satwa dari yang level umum dulu,” katanya.

Ia-pun meminta masyarakat untuk tidak menggeneralisasi seluruh kebun binatang atau lembaga konservasi berdasarkan kasus yang terjadi pada oknum tertentu. Fardhan mengatakan, terdapat lembaga konservasi yang tetap memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan satwa atau animal welfare dalam pengelolaannya.

Menurutnya, berbagai kasus terkait pengelolaan satwa memang perlu menjadi perhatian dan evaluasi bersama. Namun, hal tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat menganggap seluruh lembaga konservasi memiliki pengelolaan yang buruk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....