Jagat Satwa Nusantara: Jangan Generalisasi Kebun Binatang karena Ulah Oknum

  • 09 Agt 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fardhan Khan meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kebun binatang berdasarkan kasus oknum tertentu.
  • Lembaga konservasi memiliki peran dalam menjaga animal welfare dan mendukung penyelamatan satwa.
  • Konservasi perlu dilakukan melalui pendekatan in situ dan ex situ secara beriringan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Masyarakat diminta untuk tidak menggeneralisasi seluruh kebun binatang atau lembaga konservasi berdasarkan kasus yang terjadi pada oknum tertentu. Demikian disampaikan Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, Fardhan Khan.

Fardhan mengatakan, terdapat lembaga konservasi yang tetap memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan satwa atau animal welfare dalam pengelolaannya. Menurutnya, berbagai kasus terkait pengelolaan satwa memang perlu menjadi perhatian dan evaluasi bersama.

Namun, hal tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat menganggap seluruh lembaga konservasi memiliki pengelolaan yang buruk. “Kalau saya ngomonginnya oknum, ada satu-dua yang kurang baik, tapi hargai juga atau apresiasi juga yang baik,” ujar Fardhan kepada RRI.CO.ID, dalam acara Run for Animals 2026, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kebun binatang memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat untuk mengandangkan satwa. Keberadaan lembaga konservasi juga berperan dalam mendukung upaya pelestarian dan penyelamatan berbagai spesies dari ancaman kepunahan.

“Dengan kita berkunjung ke kebun binatang, sebenarnya kita secara langsung berkontribusi terhadap konservasi itu sendiri,” katanya. Ia menilai, konservasi satwa perlu dilakukan secara beriringan.

Hal ini baik melalui upaya in situ di habitat asli maupun ex situ melalui lembaga konservasi di luar habitat. Ia juga berharap masyarakat dapat melihat kontribusi lembaga konservasi secara lebih utuh.

“Ada beberapa orang yang mungkin menganggap kebun binatang hanya merangkeng satwa, padahal fungsinya jauh lebih dari itu. Masyarakat harus tahu bahwa saat ini banyak sekali ratusan spesies yang selamat dari kebunahan gara-gara peran kebun binatang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Jawa Barat, Haidir, mengatakan kerja sama dengan Jagat Satwa Nusantara menjadi salah satu bentuk sinergi konservasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian dan perlindungan satwa liar.

“Ex situ nanti akan berkontribusi juga untuk konservasi in situ. Satwa-satwa yang lahir dan berkembang biak, bisa dilepas ke alam di kawasan konservasi in situ,” ucap Haidir

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....