Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kebun Binatang, Taman Safari, dan Suaka Margasatwa
- 23 Jul 2026 14:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebun binatang, taman safari, dan suaka margasatwa memiliki fungsi berbeda meski sama-sama mendukung pelestarian satwa.
- Kebun binatang berfokus pada edukasi, penelitian, dan konservasi, sedangkan taman safari menghadirkan satwa dalam kawasan yang lebih luas.
- Suaka margasatwa berperan melindungi satwa liar beserta habitat alaminya serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kebun binatang, taman safari, dan suaka margasatwa sering dianggap memiliki fungsi yang sama. Padahal, ketiganya memiliki tujuan, pengelolaan, dan peran berbeda dalam upaya pelestarian satwa.
Melansir dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kebun binatang merupakan tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan dan dipertunjukkan kepada publik. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah.
"Kebun binatang tidak hanya menjadi tempat memelihara dan memperlihatkan satwa kepada masyarakat. Fasilitas tersebut juga berperan mendukung upaya pelestarian spesies melalui pendidikan, penelitian, dan konservasi," tulis Kementerian Lingkungan Hidup.
Berbeda dengan kebun binatang, taman safari merupakan kawasan tempat satwa liar bergerak bebas dan diamati pengunjung dari dalam kendaraan. Konsep tersebut menghadirkan area yang lebih luas sehingga satwa dapat beraktivitas lebih leluasa.
Selain menjadi tempat rekreasi, taman safari juga berperan mendukung konservasi melalui penangkaran dan edukasi satwa. Pengunjung dapat mengamati perilaku berbagai spesies di kawasan yang dirancang menyerupai habitat alaminya.
Sementara itu, suaka margasatwa merupakan kawasan yang ditetapkan khusus untuk melindungi satwa liar beserta habitat alaminya. Kawasan tersebut berperan menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendukung kelangsungan hidup berbagai spesies.
Suaka margasatwa dibentuk untuk menjaga kelestarian satwa liar dan habitat alaminya agar tetap terhindar dari ancaman kepunahan. Beberapa kawasan juga dikembangkan sebagai ekowisata yang mengedepankan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.
Ketiga tempat tersebut sama-sama berperan dalam pelestarian satwa, tetapi memiliki pendekatan yang berbeda. Kebun binatang berfokus pada edukasi, taman safari mengutamakan habitat lebih luas, sedangkan suaka margasatwa menjaga ekosistem alami.
Tidak semua satwa hasil penyelamatan dapat dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya. Sebagian memerlukan perawatan jangka panjang karena cedera atau kehilangan kemampuan bertahan hidup di alam.
Memahami perbedaan ketiga kawasan tersebut membantu masyarakat mengenali pentingnya setiap lembaga konservasi. Masing-masing memiliki peran tersendiri dalam menjaga keberlangsungan satwa liar untuk generasi mendatang. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....