PKEK Kembangkan Program Pengembangbiakan Elang untuk Jaga Populasi di Alam

  • 09 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PKEK mendorong sinergi dengan lembaga konservasi umum untuk memperkuat konservasi elang.
  • Elang yang tidak dapat dilepasliarkan dapat dijadikan indukan dalam program pengembangbiakan.
  • Anakan hasil pengembangbiakan dapat dilepasliarkan untuk menjaga populasi elang di alam.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) tengah mengembangkan program pengembangbiakan elang. Upaya ini merupakan bagian dari strategi menjaga kestabilan populasi elang di alam.

Manager dan Koordinator Program PKEK, Akbar Sumirto, mengatakan PKEK merupakan lembaga konservasi khusus yang berada di bawah BBKSDA Jawa Barat. Program itu berfokus pada upaya konservasi elang agar dapat dilepasliarkan kembali.

“PKEK sendiri berada di bawah langsung BBKSDA Jawa Barat. Kita mengonservasi, khususnya elang, agar nantinya bisa dilepasliarkan kembali,” ujar Akbar, dalam acara Run for Animals 2026, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Namun, tidak seluruh elang yang berada dalam penanganan PKEK dapat dilepasliarkan ke alam. Terhadap elang yang tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan, PKEK dapat berkolaborasi dengan lembaga konservasi umum untuk menjadikannya sebagai indukan.

“Sinergi lembaga konservasi umum, tentunya beberapa elang yang nantinya, seandainya tidak bisa dirilis, tentu akan bisa dikolaborasikan,” ucapnya. Menurut Akbar, elang yang berperan sebagai indukan tetap memiliki nilai konservasi.

Hal ini karena dapat menghasilkan anakan yang nantinya berpeluang untuk dilepasliarkan ke alam. Ia menambahkan, pengembangbiakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mempertahankan kestabilan populasi elang di habitat alaminya.

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat mendorong penguatan sinergi konservasi in situ dan ex situ. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pelestarian dan perlindungan satwa liar.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Haidir, mengatakan kerja sama dengan Jagat Satwa Nusantara menjadi salah satu bentuk sinergi konservasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian dan perlindungan satwa liar.

“Ex situ nanti akan berkontribusi juga untuk konservasi in situ. Satwa-satwa yang lahir dan berkembang biak, bisa dilepas ke alam di kawasan konservasi in situ,” ucap Haidir

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....