Mendikdasmen Beberkan Transformasi SNT Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan

  • 20 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dibangun melalui tiga transformasi utama sebagai fondasi pemerataan pendidikan bermutu.
  • Transformasi pertama berfokus pada penyediaan infrastruktur yang mendukung proses belajar aman, ramah anak, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
  • SNT dirancang untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia melalui pendekatan transformasi sistemik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dibangun melalui tiga transformasi Utama. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bermutu di Indonesia.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan transformasi pertama berfokus pada penyediaan infrastruktur. Transformasi ini yang mendukung proses belajar yang aman, ramah anak, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

"SNT disiapkan dengan fasilitas dan sumber belajar yang mendukung pembelajaran yang aman, ramah anak, fleksibel, dan relevan. Namun, fasilitas bukan tujuan akhir," kata Muti dalam acara Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

"Laboratorium, perpustakaan, ruang seni, fasilitas olahraga, dan teknologi pembelajaran menjadi ruang bagi murid untuk bereksperimen, berkreasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah," ujarnya. Kedua, kata Mu'ti, yaitu transformasi sumber daya manusia.

Ia menilai guru dan kepala sekolah merupakan jantung dari SNT. "Guru dipersiapkan sebagai pemikir profesional, pengembang, inovasi pembelajaran, dan mitra belajar bagi guru-guru dari sekolah sekitar," ucapnya.

"Teaching and Learning Center akan menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, serta berbagai praktik baik bagi guru," katanya. Transformasi terakhir adalah, karakter dan pembelajaran.

Menurutnya, SNT menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran dalam berbasis STEMS. Yaitu Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sport.

"Pembelajaran diperkaya dengan bahasa asing, teknologi digital, pengawasan global, budaya, kearifan lokal, dan potensi daerah. Kita ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan pergembangan zaman, tetapi tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai dan budaya luhur bangsa Indonesia," katanya.

Abdul Mu'ti menegaskan SNT tidak dirancang menjadi sekolah unggulan yang berjalan sendiri atau terpisah dari sekolah lain. Sebaliknya, SNT diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan yang mampu mendorong kemajuan sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya.

"Karena itu, keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya. Keberhasilannya juga harus terlihat dari semakin berkembangnya guru meningkatnya kolaborasi antar sekolah, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....