Sesak Napas, Korban Kebakaran Bapenda DKI Masih Dirawat

  • 08 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban kebakaran Gedung Bapenda DKI masih menjalani perawatan karena mengalami sesak napas setelah berada di lokasi kejadian.
  • Puslabfor Bareskrim Polri turun tangan menyelidiki titik awal api dan penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI.
  • Satu pekerja berhasil dievakuasi dari lantai 15, sementara 24 unit damkar masih melakukan pendinginan di lokasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Metro Jaya menyebut korban kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta masih menjalani perawatan akibat mengalami sesak napas. Polisi memastikan kondisi korban terus dipantau tenaga medis setelah dievakuasi dari lokasi kejadian kebakaran tersebut.

Kondisi sesak napas dialami korban setelah berada di lokasi kejadian kebakaran. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban agar segera pulih setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Kami mendoakan para korban yang saat ini masih menjalani perawatan, khususnya mereka yang mengalami sesak napas setelah berada di lokasi kejadian. Keterangan dokter menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan korban ketika kebakaran berlangsung di dalam gedung Bapenda DKI Jakarta," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Sementara itu, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tim tersebut bertugas mengidentifikasi titik awal api sekaligus mengungkap penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta.

"Kami menyampaikan simpati atas kejadian kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta pada malam sebelumnya. Kehadiran Puslabfor Bareskrim Polri diperlukan untuk menentukan titik awal api serta memastikan penyebab kebakaran secara ilmiah," ujarnya.

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Hingga saat ini, petugas pemadam masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik panas tersisa.

Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat Karnawan menyebut sebanyak 24 unit mobil pemadam masih berada di lokasi kejadian. Jumlah tersebut berkurang setelah sebelumnya sebanyak 35 unit dikerahkan untuk menangani kebakaran sejak awal kejadian berlangsung.

"Proses pendinginan pagi ini dilakukan melalui overhaul karena masih terdapat sejumlah titik panas yang harus diperiksa kembali. Petugas memastikan seluruh titik tersebut tertangani agar tidak terlewat dan memicu kebakaran kembali di dalam gedung," ujarnya.

Satu korban merupakan pria yang diduga pekerja dan berhasil dievakuasi petugas dari lantai 15 gedung Bapenda. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan korban berhasil diselamatkan setelah petugas melakukan evakuasi dari lantai tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....