SPBU Abdul Muis Tutup Imbas Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta
- 08 Agt 2026 10:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- SPBU Abdul Muis ditutup sementara akibat kebakaran Gedung Teknis Bapenda DKI Jakarta.
- Petugas membersihkan area SPBdari material sisa kebakaran karena lokasinya tepat di sebelah gedung Bapenda.
- Akses SPBU masih dibatasi untuk mendukung keamanan selama proses penanganan dan pembersihan lokasi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, ditutup sementara imbas kebakaran Gedung Teknis Bapenda DKI Jakarta. Petugas SPBU tampak membersihkan area dari material sisa kebakaran, mengingat lokasinya tepat di sebelah gedung Bapenda.
Kebakaran melanda Gedung Teknis Bapenda DKI Jakarta di kawasan Petojo, Gambir, Jumat, 7 Agustus 2026 malam. Laporan kebakaran diterima Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB.
Penutupan SPBU dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Petugas juga melakukan pengamanan dan sterilisasi untuk mencegah masyarakat mendekati area terdampak.
Kebakaran juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Hingga saat ini, ruas Jalan Abdul Muis arah Harmoni masih ditutup sementara untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sedikitnya 39 unit mobil pemadam dengan 195 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas keamanan juga dikerahkan untuk mensterilkan area sekitar gedung selama proses penanganan kebakaran.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Teknis Bapenda DKI Jakarta. Hingga kini, polisi telah memeriksa 10 orang saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Polisi turut mendalami informasi mengenai aktivitas renovasi atau perbaikan di lantai 11 gedung. Penyidik masih memastikan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan munculnya api.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pria sempat terjebak di dalam gedung. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Sabtu dini hari.
Setelah kondisinya stabil, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tarakan. Korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit tersebut.
Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, area sekitar gedung masih dalam pengamanan petugas. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau menghindari kawasan tersebut serta menggunakan jalur alternatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....