Menperin Tekankan Tiga Arahan Perkuat Ekosistem Startup Nasional

  • 07 Agt 2026 11:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerbitkan tiga arahan untuk memperkuat kualitas ekosistem startup nasional.
  • Kemenperin mendorong startup menjadi solusi bagi kebutuhan industri melalui penguasaan teknologi dan peningkatan kelayakan investasi.
  • Indonesia memiliki lebih dari 3.100 startup aktif, namun kualitas ekosistem dan akses pendanaan masih perlu diperkuat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengeluarkan tiga arahan untuk memperkuat ekosistem startup nasional. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas startup agar mampu bertahan, berkembang, dan memenuhi kebutuhan industri.

Agus mengatakan arahan tersebut menjadi ajakan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem startup. Menurutnya, penguatan startup memerlukan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem inovasi.

"Sebut saja call for action bagi pengembangan dunia startup nasional. Termasuk kepada diri saya sendiri, teman-teman saya sekalian, kepada pelaku industri startup dan seluruh pelaku ekosistem," katanya dalam Official Launching Indo Startup Expo & Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Arahan pertama menempatkan industri nasional sebagai pasar awal bagi startup Indonesia. Kementerian Perindustrian juga mendorong setiap unit kerja mengidentifikasi persoalan industri yang dapat diselesaikan melalui teknologi.

Arahan kedua menekankan peningkatan kualitas startup agar semakin layak memperoleh investasi. Agus menilai keberhasilan tidak lagi diukur dari jumlah startup baru, tetapi kemampuan bertahan dan dimanfaatkan industri.

Arahan ketiga berfokus pada penguasaan teknologi strategis serta penguatan kolaborasi antarpelaku ekosistem startup. Menurutnya, setiap kerja sama teknologi global harus menghasilkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kemampuan produksi nasional.

Agus mengatakan Indonesia memiliki lebih dari 3.100 startup aktif berdasarkan Startup Ranking. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah startup terbesar di Asia Tenggara.

Meski demikian, kualitas ekosistem startup nasional masih perlu diperkuat. Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026, Indonesia berada di peringkat ke-45 dunia, sedangkan Jakarta menempati posisi ke-30.

Menurut Agus, tantangan utama bukan lagi melahirkan startup baru. Ia menilai fokus berikutnya ialah memastikan startup mampu berkembang, memperoleh pendanaan, dan menyelesaikan persoalan industri.

Ia menambahkan penguatan startup menjadi bagian penting dari agenda industrialisasi nasional. Sektor industri membutuhkan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan tumbuh 5,32 persen secara tahunan. Sektor tersebut juga menyumbang 39,7 persen realisasi investasi nasional dan lebih dari 82 persen nilai ekspor semester pertama 2026.

"Nilai tambah yang saya maksudkan tadi tidak lahir hanya dari kapasitas produksi yang diperluas dan diperbesar. Namun nilai tambah itu lahir dari teknologi dan di sinilah kelihatan sangat jelas peran dari startup menjadi sangat penting," ucapnya.

Agus juga menyoroti penurunan pendanaan startup Indonesia sepanjang 2025 menjadi USD 355 juta. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas startup agar lebih menarik bagi investor.

Ia menilai pasar domestik menjadi keunggulan besar bagi startup Indonesia. Sekitar 4,43 juta industri kecil dan menengah dinilai berpotensi menjadi pengguna berbagai solusi teknologi.

"Startup di banyak negara harus bersusah payah mencari masalah yang layak dipecahkan. Di Indonesia, masalah itu sudah mengantre di depan pintu. Inilah keunggulan komparatif dari Indonesia, bukan mengenai besarnya modal, melainkan besarnya permintaan," ujar Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....