Kemenperin Catat Pendanaan Startup Nasional Turun 49 Persen
- 07 Agt 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendanaan startup nasional sepanjang 2025 turun 49 persen menjadi 355 juta dolar Amerika Serikat.
- Indonesia hanya menyerap 6,3 persen pendanaan startup Asia Tenggara dan kurang dari 0,1 persen pendanaan global.
- Kemenperin mendorong lahirnya lebih banyak startup yang layak didanai untuk menarik investasi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pendanaan startup Indonesia merosot hampir separuh sepanjang 2025. Kementerian Perindustrian mencatat investasi hanya mencapai 355 juta dolar Amerika Serikat atau turun 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penurunan tersebut menunjukkan startup Indonesia masih kesulitan menarik modal di tengah meningkatnya pendanaan global. Angka tersebut merujuk Indonesia Startup Report 2026.
"Indonesia Startup Report 2026 mencatat pendanaan startup nasional sepanjang 2025 hanya USD 355 juta. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya 2024, turun 49 persen yang pada tahun 2024 tercatat USD 695 juta," kata Agus saat Peluncuran Resmi Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Agus menjelaskan capaian tersebut juga jauh di bawah puncak pendanaan startup Indonesia pada 2021. Saat itu, nilai investasi mencapai sekitar 7 miliar dolar Amerika Serikat.
Ia menambahkan, berdasarkan data DealStreetAsia, Indonesia menyumbang 6,3 persen pendanaan startup di Asia Tenggara. Nilainya mencapai USD 340 juta dari 66 transaksi investasi.
Singapura masih menjadi tujuan utama investasi startup di kawasan. Negara tersebut membukukan pendanaan sebesar USD 4,20 miliar melalui 283 transaksi.
Sementara itu, data Crunchbase menunjukkan pendanaan startup global terus meningkat sepanjang 2026. Pada semester pertama, nilainya mencapai USD 510 miliar.
Menurut Agus, startup Indonesia hanya memperoleh porsi sangat kecil dari investasi global tersebut. Nilainya bahkan kurang dari 0,1 persen dari total pendanaan dunia.
"Ini berarti dalam satu tahun penuh, startup Indonesia hanya memperoleh kurang dari 0,1 persen. Berasal dari apa yang mengilir kepada stratrup-startup di dunia pada satu semester," kata Agus.
Meski demikian, Kementerian Perindustrian memandang kondisi tersebut sebagai peluang perbaikan. Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak startup yang layak memperoleh pendanaan.
"Kita harus melihat ini sebagai kompas, kata harus melihat ini sebagai penunjuk arah, pedoman. Kalau kita lihat, modal atau finance yang ada di dunia tidak boleh dan tidak bisa kita lihat sedang langka," katanya.
Agus menilai ketersediaan modal global masih terbuka bagi startup yang memiliki kelayakan usaha. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan didorong melahirkan lebih banyak startup yang siap memperoleh pendanaan dari investor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....