Martha Christina Tiahahu, Srikandi Remaja Pemberani dalam Perang Pattimura

  • 07 Agt 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Martha Christina Tiahahu mulai berjuang pada usia 17 tahun mendampingi ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu, melawan Belanda dalam Perang Pattimura 1817
  • Martha tidak hanya bertempur, tetapi juga membangkitkan semangat kaum perempuan untuk ikut membantu perjuangan di medan perang
  • Setelah tertangkap dan diasingkan, Martha wafat di Kapal Perang Eversten sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Martha Christina Tiahahu merupakan pahlawan muda asal Maluku yang dikenal berani melawan kolonial Belanda sejak remaja. Kiprahnya dalam Perang Pattimura tahun 1817 menjadikannya simbol perjuangan perempuan Indonesia hingga kini terus dikenang masyarakat.

Dilansir dari laman Perpustakaan Nasional, Martha Christina Tiahahu lahir di Abubu Nusalaut pada 4 Januari 1800. Ia merupakan anak sulung Kapitan Paulus Tiahahu dan mulai berjuang ketika berusia tujuh belas tahun saja.

Ayahnya memimpin perlawanan di Pulau Nusalaut ketika Kapitan Pattimura mengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda di Saparua. Perlawanan kemudian menyebar ke Nusalaut serta daerah sekitarnya sehingga perjuangan rakyat semakin meluas menghadapi penjajah.

Martha tercatat sebagai pejuang perempuan remaja yang langsung bertempur melawan tentara kolonial Belanda pada 1817. Keberaniannya dikenal para pejuang masyarakat bahkan pihak musuh karena konsisten terhadap cita-cita perjuangan kemerdekaan bangsanya.

Sejak awal perjuangan ia selalu mengambil bagian tanpa pernah mundur mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran. Rambutnya panjang terurai dengan kain merah terikat di kepala menjadi ciri yang dikenang banyak orang.

Martha hadir siang dan malam membantu pembangunan kubu-kubu pertahanan bersama para pejuang rakyat setempat terus. Ia tidak hanya mengangkat senjata tetapi juga membangkitkan semangat kaum perempuan mendukung perjuangan di medan tempur.

Kaum perempuan dari berbagai negeri turut membantu kaum pria menghadapi pasukan Belanda selama pertempuran berlangsung. Keterlibatan mereka membuat Belanda menghadapi perlawanan lebih besar dari kalangan perempuan setempat yang gigih bertempur.

Pada 11 Oktober 1817 pasukan Belanda dipimpin Richemont bergerak ke Ulath tetapi berhasil dipukul mundur pasukan rakyat. Meyer bersama seratus prajurit kembali menuju Ulath sehingga pertempuran kembali berkobar dengan korban berjatuhan kedua pihak.

Dalam pertempuran tersebut Richemont tertembak mati sementara Meyer bertahan di tanjakan negeri Ouw bersama pasukannya. Pasukan rakyat mengepung dari berbagai penjuru diiringi sorak bercakalele yang membakar semangat perjuangan mereka semua.

Di tengah pertempuran muncul Martha Christina Tiahahu menantang peluru musuh sebagai gadis bercakalele pemberani terkenal. Ia mendampingi ayahnya sambil membakar semangat pasukan Nusalaut menghancurkan musuh bersama para pejuang lainnya terus.

Martha juga menggerakkan perempuan Ulath dan Ouw mendampingi kaum laki-laki di medan pertempuran secara langsung. Belanda kemudian menghadapi kaum perempuan fanatik yang turut bertempur bersama pasukan rakyat setempat dengan gigih.

Setelah Meyer terluka pada leher Vermeulen Kringer mengambil alih komando pasukan Belanda berikutnya segera berlangsung. Tanggal 12 Oktober 1817 Vermeulen Kringer memerintahkan serangan umum terhadap pasukan rakyat kembali besar-besaran berlangsung.

Ketika persediaan peluru pasukan rakyat habis Belanda menyerang menggunakan sangkur terhunus keluar dari kubu-kubu pertahanan. Pasukan rakyat mundur bertahan di hutan sementara Ulath dan Ouw diratakan dibakar serta dirampok habis.

Akibat ketimpangan persenjataan tipu daya musuh serta pengkhianatan para tokoh pejuang akhirnya ditangkap dan dihukum. Kapitan Paulus Tiahahu dijatuhi hukuman mati tembak sedangkan Martha terus bergerilya hingga akhirnya tertangkap juga.

Martha Christina Tiahahu meninggal di Kapal Perang Eversten sebelum jasadnya dihormati dan dilarungkan di Laut Banda. Pemerintah Republik Indonesia kemudian mengukuhkan Martha Christina Tiahahu sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional atas jasa pengorbanannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....