Program Magang 150.000 Gen Z Berlanjut, Pemerintah Targetkan 250.000 Pelajar Vokasi
- 06 Agt 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melanjutkan program magang bagi 150 ribu Generasi Z pada semester kedua 2026 dengan durasi enam bulan di perusahaan.
- Program magang dan pelatihan vokasi menjadi strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru.
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin upaya integrasi program pendidikan vokasional dengan kebutuhan industri guna meningkatkan employability pemuda Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melanjutkan program magang bagi 150.000 Generasi Z (Gen Z) selama semester kedua 2026 untuk menekan pengangguran. Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta mengikuti magang selama enam bulan di berbagai perusahaan.
Pemerintah juga mendorong pelatihan vokasi bagi 250.000 pelajar sebagai bagian penciptaan lapangan kerja lebih luas. Kedua program menjadi strategi pemerintah meningkatkan kesempatan kerja sekaligus mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Airlangga menyampaikan keterangan itu pada Rabu, 5 Agustus 2026 setelah membahas upaya pemerintah menekan pengangguran.
"Nah program magang dan pelatihan vokasi juga terus didorong. Program magang untuk 150.000 Gen Z," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Airlangga menjelaskan peserta program memperoleh kesempatan bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan. Peserta juga dapat mencari pekerjaan lain apabila tidak melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut.
"Di mana program ini dilanjutkan untuk mereka magang enam bulan. Dan sesudah enam bulan mereka dipersilakan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain," katanya.
Airlangga menyampaikan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta berhasil memperoleh peluang kerja setelah menyelesaikan program. Selama mengikuti program, peserta tetap menerima upah yang diberikan pemerintah sesuai ketentuan.
"Dari hasil yang kemarin dari evaluasi, 60 persen dari program yang ikut magang itu diterima di perusahaan di tempat mereka magang. Dan dalam program ini mereka masih mendapatkan upah dari pemerintah," kata Airlangga.
Selain program magang, pemerintah terus memperluas pelatihan vokasi sesuai arahan Presiden kepada kalangan pelajar. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda memasuki dunia industri.
"Program pelatihan vokasi juga didorong untuk angkatan muda. Dan arahan Bapak Presiden untuk 250.000 daripada pelajar," ujarnya.
Airlangga mengatakan pemerintah terus memperluas penciptaan lapangan kerja untuk menurunkan tingkat pengangguran dan Gini Ratio. Pemerintah juga melanjutkan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta.
"Ya tentu kembali lagi kita terus mendorong penurunan daripada pengangguran. Dan kita dorong agar penciptaan lapangan kerja semakin tinggi," kata Airlangga.
"Di samping itu kita kan masih melanjutkan PPh ditanggung pemerintah untuk pekerja yang di bawah 10 juta," ucap Airlangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....