Biometrik Perkuat Transparansi Program Magang Nasional 2026
- 23 Jul 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerapan biometrik pada Program Magang Nasional 2026 demi mencegah praktik percaloan Program Magang Nasional
- Melalui face recognition, setiap calon peserta dipastikan menggunakan identitas asli sehingga peluang praktik percaloan dapat dicegah
- Penerapan biometrik telah diberlakukan sejak pembukaan pendaftaran Program Magang Nasional 2026 pada pertengahan Juli tahun ini
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi mengatakan, penerapan biometrik pada Program Magang Nasional 2026 demi mencegah praktik percaloan. Baginya, teknologi pengenalan wajah memastikan identitas setiap peserta tervalidasi sehingga tidak dapat diwakilkan ataupun dimanipulasi selama proses pendaftaran.
“Melalui face recognition (tehnologi pengenalan wajah), setiap calon peserta dipastikan menggunakan identitas asli. Sehingga peluang praktik percaloan dapat dicegah,” kata Anwar kepada PRO3 RRI, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, penerapan biometrik telah diberlakukan sejak pembukaan pendaftaran Program Magang Nasional 2026 pada pertengahan Juli tahun ini. Ia memastikan, seluruh tahapan akan terus dipantau agar kendala teknis dapat diminimalkan sehingga pelaksanaan berlangsung lancar bagi seluruh peserta.
“Sistem ini memang baru, tetapi kami telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar kendala di lapangan dapat segera diatasi. Sehingga mencegah praktik dari oknum," ujarnya.
Dia mengatakan, proses verifikasi penyelenggara magang dilakukan secara menyeluruh sebelum setiap lowongan resmi diumumkan kepada masyarakat luas. Ia meyakini seluruh penyelenggara wajib memenuhi persyaratan administrasi, kurikulum, kuota, serta kelengkapan data demi menjaga kualitas pelaksanaan program.
“Setiap penyelenggara harus memenuhi seluruh persyaratan. Sehingga peserta memperoleh pengalaman magang yang benar-benar berkualitas dan terarah,” ucapnya.
Kemnaker, lanjut dia, menjalankan pemantauan berkala melalui laporan mingguan mentor serta membuka kanal pengaduan bagi masyarakat. Menurutnya, pengawasan berlapis memungkinkan dugaan pelanggaran segera ditindaklanjuti sekaligus menjadi dasar pemberian sanksi kepada penyelenggara yang melanggar.
Ia menggarisbawahi Program Magang Nasional 2026 bertujuan mengurangi kesenjangan keterampilan sekaligus meningkatkan peluang peserta memasuki dunia kerja profesional. Ia mengajak calon peserta memanfaatkan kesempatan pendaftaran sebaik-baiknya karena masih tersedia beberapa gelombang rekrutmen sepanjang tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....