Inilah Bedanya Rumah Proklamasi dan Munasprok
- 05 Agt 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rumah Proklamasi berbeda dengan Munasprok, karena menjadi lokasi pembacaan Proklamasi, bukan tempat perumusan naskah kemerdekaan.
- Bangunan utama Rumah Proklamasi akan direkonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat kisah Proklamasi 17 Agustus 1945.
- Museum akan menghadirkan foto, arsip, hingga teknologi imersif agar sejarah Proklamasi lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan bahwa Museum Rumah Proklamasi akan memiliki fungsi berbeda dengan Museum Naskah Proklamasi. Jika Munasprok mengisahkan proses perumusan naskah kemerdekaan, Rumah Proklamasi akan mengangkat momen bersejarah pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945.
Ia mengatakan Rumah Proklamasi menjadi simbol penting karena merupakan lokasi pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pemerintah berencana membangun kembali bangunan utama rumah tersebut sebagai museum yang menyajikan perjalanan lahirnya bangsa Indonesia.
"Kalau Munasprok itu Perumusan Naskah Proklamasi. Kalau Rumah Proklamasi ini adalah tempat di mana proklamasi itu di-announce, diproklamasikan, ini ikon yang sangat penting," katanya saat menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia juga menjelaskan bangunan yang direkonstruksi hanya rumah utama dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya sesuai dokumentasi sejarah. Setelah selesai dibangun, rumah tersebut akan difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai kisah penting seputar Proklamasi Kemerdekaan.
"Museum itu akan menceritakan seluruh tentang kisah tentang proklamasi, termasuk foto-foto, ada 10 atau 11 foto proklamasi. Berita-berita tentang proklamasi di mana-mana, kira-kira ini isinya," ujarnya.
Ia berharap Museum Rumah Proklamasi menjadi ruang edukasi sejarah yang memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menarik minat generasi muda. Kehadiran museum ini juga diharapkan melengkapi ekosistem pelestarian sejarah kemerdekaan bersama Museum Naskah Proklamasi.
Sementara itu, Doktor Sejarah, Rushdy Hoesein ikut menceritakan bagaimana Sukarno mendapatkan Rumah Proklamasi. Awalnya, Sukarno mendapatkan rumah di Jalan Diponegoro Nomor 11 bersama dengan Inggit Ganarsih pada 1940.
Namun, rasa tidak nyaman mendera mereka di rumah tersebut. Dia bersama Inggit pun tinggal di sana sebelum akhirnya Inggit pergi meninggalkan Sukarno karena menolak dimadu.
"Pascakepergian Inggit, Sukarno yang telah memperistri Fatmawati pun tinggal di rumah itu. Fatmawati datang bersama ayah dan ibunya tinggal di situ, kebahagiaan baru bagi Sukarno," ujarnya, menjelaskan.
Waktu berlalu, rumah tersebut selalu menjadi tujuan pulang Bung Karno. Hingga akhirnya, Sukarno memilih untuk membacakan teks Proklamasi di kediamannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....