Merah Putih, Simbol Persatuan yang Lahir dari Sejarah Panjang

  • 06 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warna merah dan putih telah dikenal masyarakat Nusantara sejak masa kerajaan, termasuk Majapahit, sebelum menjadi bendera negara
  • Fatmawati menjahit Bendera Pusaka pada akhir 1944 di tengah keterbatasan masa pendudukan Jepang
  • Merah Putih resmi menjadi bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945

RRI.CO.ID, Jakarta – Memasuki bulan Agustus, Bendera Merah Putih kembali berkibar sebagai penanda semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan dua warna tersebut telah dimulai berabad-abad sebelum Indonesia lahir sebagai sebuah negara.

Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, masyarakat memasang Bendera Merah Putih di rumah, perkantoran, hingga ruang-ruang publik. Kehadirannya tidak hanya menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga pengingat perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Mengutip buku ‘Kisah Merah Putih’ terbitan Direktorat Sejarah Kemendikbud warna merah dan putih telah dikenal masyarakat Nusantara sejak masa kerajaan-kerajaan besar. Salah satu kerajaan yang menggunakan unsur kedua warna tersebut adalah Majapahit melalui panji-panji kebesaran yang dikibarkan pada masanya.

Meski demikian, panji Majapahit belum berbentuk seperti Bendera Merah Putih yang dikenal sekarang. Saat itu, panji kerajaan terdiri atas beberapa bidang atau garis berwarna merah dan putih sebagai lambang kebesaran kerajaan.

Dalam berbagai tradisi masyarakat Nusantara, warna merah kerap dimaknai sebagai lambang keberanian, semangat hidup, dan pengorbanan. Sementara itu, warna putih melambangkan kesucian, ketulusan, serta niat yang bersih dalam menjalani kehidupan.

Memasuki era pergerakan nasional pada awal abad ke-20, Merah Putih mulai digunakan sebagai simbol persatuan perjuangan bangsa. Pengibaran bendera tersebut menjadi penyemangat rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan meski kerap mendapat larangan dari pemerintah kolonial.

Perjalanan panjang Merah Putih kemudian memasuki babak penting menjelang kemerdekaan Indonesia. Pada akhir 1944, Fatmawati menerima dua lembar kain katun berwarna merah dan putih di tengah situasi Perang Dunia Kedua.

Saat itu, Fatmawati sedang mengandung anak pertamanya dan hidup dalam keterbatasan selama pendudukan Jepang. Dengan mesin jahit tangan, ia menyatukan kedua lembar kain tersebut menjadi bendera berukuran sekitar dua kali tiga meter.

Puncak perjalanan panjang itu terjadi pada 17 Agustus 1945 setelah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan di Jakarta. Tanpa disadarinya, bendera hasil jahitan itu kemudian menjadi Bendera Pusaka yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sejak saat itulah, Sang Merah Putih resmi ditetapkan sebagai bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merah Putih tidak hanya menjadi identitas negara, tetapi juga lambang persatuan seluruh rakyat Indonesia.

Bendera tersebut menyatukan masyarakat dari berbagai suku, agama, bahasa, budaya, dan latar belakang yang berbeda. Hingga kini, setiap kali berkibar, Merah Putih mengingatkan bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang dan semangat kebersamaan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....